Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilpres Amerika Serikat

Terpilih, Ini Dia Bisnis Donald Trump di Indonesia

Meski terbilang baru, bisnis-bisnis Donald Trump di Indonesia diekspektasikan menjadi investasi besar bagi Donald Trump.

Editor: Ilham Mangenre
Kompas.com
Donald Trump 

TRIBUN-TIMUR.COM- Sebagai seorang pebisnis real estate, Donald Trump dinilai sebagai pengusaha sukses.

Bahkan, Indonesia telah menjadi bagian dari sayap bisnis presiden terpilih Amerika Serikat itu, melalui Trump Hotel Collection miliknya.

Meski terbilang baru, bisnis-bisnis Donald Trump di Indonesia diekspektasikan menjadi investasi besar bagi Donald Trump.

Berikut adalah dua investasi besar Donald Trump yang dikelola oleh Donald Trump dan tiga anak-anaknya.

- Trump International Hotel & Tower Bali.

Trump Hotel bekerjasama dengan MNC Group pada Agustus 2015 untuk membangun resort di Bali, tepatnya di pinggir pantai dekat Tanah Lot.

Resort mewah bintang enam itu menjadi resort pertama Trump Hotel Collection di Asia.

Donald Trump dan CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah melakukan penandatanganan resmi pada 14 Agustus 2015.

- Trump International Hotel & Tower Lido.

Trump Hotel kembali bekerjasama dengan MNC Group untuk mengelola sebuah resort bintang enam di Lido, Bogor, Jawa Barat.

Ini menjadi resort kedua Trump Hotel di Asia, yang dilengkapi lapangan golf yang terintegrasi dengan fasilitas hiburan dan rekreasi.

Selain itu, akan dibangun sebuah taman rekreasi bertaraf internasional, yang diekspektasikan setingkat DisneyLand.

Presiden ke-45 

Dunia dibuat terkejut. Donald Trump terpilih sebagai presiden ke-45 Amerika Serikat.

Sebelumnya, tidak ada pengamat politik maupun lembaga survei yang memprediksi kemenangan spektakuler biliuner kontroversial itu.

Calon Presiden Partai Republik itu telah mengalahkan lawannya dari Partai Demokrat, Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton.

Kemenangan Trump dipastikan Rabu (9/11/2016), pukul 03.00 dini hari waktu bagian timur AS.

Sejumlah lembaga survei memproyeksikan kemenangan Trump di negara bagian Wisconsin yang memberikan 270 electoral votesyang diperlukan Trump untuk menjadi penghuni baru Gedung Putih.

Aroma kemenangan pebisnis yang lahir 14 Juni 1946 ini sudah mulai tercium setelah dia tanpa terduga menghancurkan benteng pertahanan “Blue Firewall” Hillary.

Trump membuat shock pendukung Hillary dengan meraih kemenangan meyakinkan di Wisconsin dan Pennsylvania yang selalu memilih capres Demokrat sejak pilpres 1988.

Revolusi Rust Belt untuk Kemenangan Trump menjadi simbol terjadinya Revolusi Pekerja Berkerah Biru (Blue Collar)  ironisnya berbasis di “Blue Firewall” milik Hillary yaitu di Pennsylvania, Wisconsin, dan Michigan.

Negara bagian yang sering disebut “Rust Belt States” ini didominasi oleh pemilih berkulit putih berkerah biru yang kebanyakan tidak berpendidikan ke jenjang universitas.

Pemilih ini adalah pemilih kelas pekerja yang terpikat oleh retorik populis Trump yang mengecam globalisasi dan perdagangan bebas.

Faktor itu yang diyakini mengakibatkan mereka kehilangan pekerjaan terutama di sektor manufaktur yang dialihdayakan ke luar AS.

Demografi pemilih ini kebanyakan tinggal di kota kecil dan daerah pertanian.

Sosok outsider Trump

Kemenangan Trump juga menjadi simbol kemarahan rakyat AS terhadap elite politik di Washington DC yang dinilai tidak peka terhadap kesulitan ekonomi yang dihadapi mereka.

Rakyat menyuarakan frustasinya terhadap para politisi dari kedua partai baik Demokrat maupun Republik yang terus berseteru tanpa henti menimbulkan gridlock di pemerintahan.

Sosok Trump dengan status outsider-nya sebagai seorang pebisnis sukses tanpa latar belakang politik dinilai sebagai wajah baru yang berbeda dengan politisi di Washington.

Akhir era Hillary

Jalan terjal Hillary sudah mulai terasa setelah kekalahan yang dideritanya di sejumlah swing state krusial Florida, Iowa, Ohio, dan North Carolina.

Selain itu Hillary juga mengalami kesulitan untuk meraih kemenangan di Virginia, di mana dia selalu memimpin jauh di survei.

Hillary akhirnya menang namun tipis dan hasil tipis ini merupakan pertanda mimpi buruk kekalahannya di depan mata.

Setelah 40 tahun menjadi wajah politik AS, mulai dari Ibu Negara hingga Menteri Luar Negeri, kekalahan ini menandai berakhirnya karir politiknya.

Untuk keduakalinya Hillary gagal menjadi Presiden.

Sebelumnya, dia juga dikalahkan Barack Obama di pemilihan pendahuluan (primary) di tahun 2008.

Hillary sendiri telah menelepon Trump menyampaikan ucapan selamat dan mengakui kekalahannya.

Hillary tidak dijadwalkan untuk menyampaikan pidato kekalahannya di Jacob K. Javits Center yang terletak di Manhattan, New York.

Sementara itu, Trump kemungkinan akan segera menyampaikan pidato kemenangannya di Hotel Hilton, yang juga berlokasikan di New York.

Kemenangan ini berarti Trump mengukir dua sejarah sebagai orang pertama tanpa pengalaman politik apapun yang diberi mandat sebagai presiden.

Trump yang kini berusia 70 tahun juga akan menjadi presiden tertua dalam sejarah, menumbangkan rekor Reagan yang disumpah pada umur 69 tahun.  (Tribunnews.com/Kompas.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved