Pilpres Amerika Serikat
Perempuan Pendukung Hillary Kompak Pakai Pantsuit
Tidak sedikit yang dengan bangga mengunggah foto mereka dengan pantsuit ke media sosial, setelah memberikan suaranya.
TRIBUN-TIMUR.COM- Kaum perempuan pendukung Calon Presiden Hillary Clinton ramai-ramai memakai kemeja dan celana (pantsuit) menuju tempat-tempat pemungutan suara, Selasa (8/11/2016).
Pantsuit ini merupakan bentuk dukungan kepada Hillary yang dikenal suka memakai busana serupa, hingga menjadi ciri khas atau trademark-nya.
Seperti diberitakan New York Daily News, sebagian dari para pemilih ini juga kompak pantsuit berwarna putih.
Warna putih adalah warna simbolis yang dipakai oleh wanita-wanita di tahun 1900-an yang memperjuangkan kaum perempuan untuk mendapatkan hak memberikan suara.
Kebanyakan juga menggabungkan pantsuit yang dikenakan dengan jas atau blazer.
Tidak sedikit yang dengan bangga mengunggah foto mereka dengan pantsuit ke media sosial, setelah memberikan suaranya.
Misalnya salah satu netizen bernama Amy Canfield ini berkicau, “Memakai pantsuit saya untuk mendukung Presiden kita berikutnya Hillary Clinton. Dua putri saya sangat bangga”
Adapun, gerakan ini dipelopori oleh grup Facebook bernama Pantsuit Nation yang dirintis setelah debat terakhir capres.
Semula aksi ini hanya gerakan pribadi. Namun, ide ini kemudian menyebar ke seluruh AS, hingga jumlah anggota membludak lebih dari 2 juta orang.
Kaum feminis juga menjadikannya sebagai sebuah simbol.
Hillary Clinton ketika memberikan suaranya terlihat memakai pantsuit berwarna beige yang dibalut oleh blazer berwarna sama bermerk Ralph Lauren.
Penulis : Kontributor Singapura, Ericssen
Sumber: Kompas.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hillary-clinton_20150922_132358.jpg)