VIDEO : Investasi di Sulsel Turun, Ini Kata BKPMD Sulsel
Indiani Ismu mengatakan hingga triwulan tiga, investasi di Sulsel baru mencapai Rp 4,8 triliun.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Investasi di Sulawesi Selatan hingga triwulan ketiga tahun 2016 mengalami penurunan yang cukup signifikan dari tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan data dari Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pengawasan Investasi BKPMD Sulsel, Indiani Ismu mengatakan hingga triwulan tiga, investasi di Sulsel baru mencapai Rp 4,8 triliun.
Indiani yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (31/10/2016) mengakatakan penurunan investasi ini disebabkan adanya penurunan nilai investasi terhadap penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada triwulan 2 dan 3.
Di triwulan dua kali ini PMDN hanya mencapai Rp 490 miliar, sementara di 2015 lalu mencapai Rp 2,6 triliun," ungkapnya.
Tak jauh beda dengan triwulan dua, pada triwulan ketiga nilai investasi pada PDMN juga turun dari Rp 2,06 triliun pada 2015 menjadi Rp 521,7 miliar pada 2016 ini.
Menurut Indiani, penurunan nilai investasi tahun ini terjadi karena berkurangnya perusahaan-perusahaan yang melakukan transaksi.
Berbeda dengan nilai investasi PMDN yang mengalami penurunan, dari sisi PMA terjadi peningkatan untuk nilai investasinya.
Peningkatan nilai investasi PMA di Sulsel pada tahun 2016 berasal dari beberapa sektor seperti industri listrik, gas, air, logam dasar, dan barang logam. (*)