Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SJAM MotoGP Sepang Trip 2016

2.000 CCTV Pantau Sekitar Menara Kembar Petronas

Struktur bangunan dibuat agar aman utamanya terhadap goncangan seperti gempa bumi maupun angin.

Penulis: Aqsa Riyandi Pananrang | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR
Rombongan pemenang program undian PT Suraco Jaya Abadi Motor (SJAM) dan Yamaha Indonesia motor sport berfoto bersama berfoto bersama di depan menara kembar Petronas, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (31/10/2016). Menara Petronas adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembartertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 berdasarkan pengukuran dari lantai pintu masuk utama sampai struktur atas. Menurut referensi ketinggian asli bangunan yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir diselesaikan pada tahun 1996). TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR 

Laporan: Aqsa Riandy Pananrang/ Tribun Timur

Makassar, Tribun - Menara Kembar atau Twin Tower Petronas di Kuala Lumpur City Center (KLCC) punya banyak cerita membanggakan bagi warga Malaysia.

Bangunan prestisius ini mencatat ragam sejarah dan keunikan yang menarik banyak wisatawan datang untuk melihat langsung bentuk fisiknya.

Mulai mencatat sejarah menjadi sepasang menara kembar di dunia di abad ke 20. Bahkan, selama enam tahun, 1998-2004, menjad bangunan paling tinggi di dunia sebelun dipatahkan Al Burj Dubai serta Taipei 101 di Tiongkok.

"Bangunan ini masih kekal menjadi menara kembar tertinggi di dunia sampai saat ini," kata Safri, pemandu wisata rombongan Suraco Jaya Abadi Motor (SJAM) MotoGP Sepang Trip 2016 di atas bus dalam perjalanan dari KLCC ke kawasan Istana Sultan.

Sepasang menara kembar ini setinggi 542 meter dengan 88 lantai belum termasuk lima lantai basement. Bangunan ini mulai dibangun pada 1993 lalu dan selesai 1996 dan mulai benar-benar beroperasi penuh pascarenovasi pada tahun 1999.

Menurut Safri, pemandu wisata Malaysia yang menyertai rombongan SJAM MotoGP Sepang Trip 2016, bangunan ini menerapkan standar keamanan sangat tinggi.

Hal ini untuk mencegah kemungkinan insiden yang bisa merusak bangunan. Untuk mengawasi keadaan sekitar menara maupun orang yang keluar-masuk terpasang hingga 2.000 kamera pengintai berteknologi tinggi baik di dalam maupun luar gedung.

"Kamera CCTV tak hanya bisa memantau gerak gerik. Tapi bisa menangkap suara. Jadi apapun pembicaraan disekitar kawasan menara bisa terdengar jelas. Saya saja kalau ke sana (Twin Tower Petronas) tak berani bicara macam-macam," ujar Safri.

Seperti bangunan pencakar langit lainnya, struktur bangunan dibuat agar aman utamanya terhadap goncangan seperti gempa bumi maupun angin.

Pembangunan menara kembar melibatkan sejumlah pihak dari berbagai negara. Desain dan konstruksi arsitek Cesar Pelli.

Kontraktor utama menara A dari Jepang yakni Hazana Corporation dan menara B yakni Samsung Engineering and Construction serta Kukdong Engineerin& Construction, perusahaan Korea Selatan.

"Ini bangunan paling aman. Bisa tahan goyangan bahkan ikut bergoyang-goyang jikalau ada gempa bumi. Tapi tentu saja beda lagi kalau memang Allah yang berkehendak," ujarnya.

Nah, wisatawan yang tertarik ke menara ini bisa sekadar datang untuk mengabadikan gambar di kawasan yang mengitari Menara Petronas.

Tak perlu sampai ke kaki menara untuk mengabadikan kabar dengan latar belakang Menara Petronas karena bangunannya sudah bisa tampak menjulang dari berbagai sisi KLCC. Tapi wisatawan yang tertarik bisa naik ke lantai teratas, lantai 88, Menara Petronas.

Tapi, kata Safri, mereka yang mau ke puncak harus sudah memesan tiket satu atau dua hari sebelum jadwal kedatangan.

Hal ini karena pengelola gedung membatasi pengunjung yang ingin naik ke atas menara. Hanya ada kuota 200 pengunjung setiap harinya. "Untuk naik ke lantai teratas menara tarifnya 88 ringgit tapi belinya harus satu atau dua hari sebelumnya," ujar Safri.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved