Diskusi Tribun Timur

Arqam Azikin: Mempertahankan NKRI Perlu Penguatan Dakwah

Disampaikan pada diskusi prospek pesantren menghadapi peradaban bangsa di era milenium

Arqam Azikin: Mempertahankan NKRI Perlu Penguatan Dakwah
TRIBUN TIMUR/SALDY
Diskusi publik bertajuk prospek pesantren menghadapi peradaban bangsa di era milenium berlangsung di Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Selasa (25/10/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

 TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSSAR - Diskusi publik bertajuk prospek pesantren menghadapi peradaban bangsa di era milenium berlangsung di Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Makassar, Selasa (25/10/2016).

Sejumlah akademisi, dan mahasiswa hadir dalam dialog ini. Di antaranya,  Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim, Dosen UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad, Pengamat Politik yang juga Dosen Unismuh Arqam Azikin, Direktur Mahad Al-Bir Ust Lukman Abdul Samad Lc, Sekretaris Direktur PUT Unismuh Husni Yunus, serta para mahasiswa Kampus Pendidikan Ulama Tarjih Unismuh Makassar.

Akademisi Arqam Azikin mengatakan berbicara tentang kebangsaan, itu tidak lepas dari sejarah.

Dengan tahu akan sejarah, masyarakat diyakini bisa mempertahankan kedaulatan dan ketahanan NKRI.

Seperti sejarah yang ia ketahui, awal mula terbentuknya NKRI adalah kolaborasi antara organisasi Islam Indonesia, tak lain adalah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Tantunya tak lepas dari itu ada sosok di balik dua organisasi ini yakni Dr Wahidin (Tokoh Islam), Ahmad Dahlan (Tokoh Muhammadiyah), dan Hasim Ashari (NU). Mereka harus menjadi inspirasi bagi kita semua. Dialah memikirkan bangsa ini, dan memikirkka masyarakat Indonesia," ujar Arqam.

Untuk mempertahankan NKRI, kata Arqam dibutuhkan kebersamaan, antarumat beragama, sebagaimana misi tiga tokoh Islam yang bertujuan membawa bangsa ini menjadi negara yang disegani dan kokoh.

Menurutnya dalam era modern ini, bangsa ini sangat mudah di pecah bela, apakah dengan issu yang mengangkat informasi sara ataupun dengan kekerasan.

Oleh karenanya, untuk mempertahankan NKRI adanya penguatan dakwah. Tak lepas dari itu, peran pesantren menjadi barometer dalam melepas para santrinya untuk melakukan syiar.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved