VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Ini Hasil Tangkap Tangan Pungli Polda Sulsel, di Jembatan Maccopa

Hasil ott itu kami amankan sepuluh orang, mereka mengaku sudah lakukan pungli itu dalam tiga tahun terakhir ini

TRIBUN-TIMUR.COM - Petugas Ditreskrimum Polda Sulsel menyebutkan dalam tiga tahun terakhir ini jembatan timbang Maccopa kabupaten Maros dijadikan sebagai lahan Pungutan Liar (Pungli).

Hal tersebut diungkapkan Direskrimum Polda Sulsel Kombes Pol Erwin Zadma saat menggelar rilis hasil pengungkapan dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Mapolda Sulsel, Jumat (21/10/2016).

Baca: VIDEO: OTT Pungli di Jembatan Timbang Maccopa, 10 Tersangka Terjaring

Erwin mengungkapkan, hal itu adalah pengungkapan langsung oleh pelaku yang ditangkap di jembatan timbang Maccopa oleh Tim Ditreskrimum Polda Sulsel, Kamis (20/10) pukul 23.00 Wita.

"Hasil ott itu kami amankan sepuluh orang, mereka mengaku sudah lakukan pungli itu dalam tiga tahun terakhir ini, kami juga amankan barang bukti berupa uang, karcis dan dokumen," katanya.

Ditreskrimum amankan 10 orang yang kini sudah ditetapkan tersangka. Mereka adalah, satu pegawai Dishub Pemprov Sulsel inisial H, lima pegawai honorer Dishub Sulsel dan empat supir truk.

Baca: Anda Ingin ke Makassar, Waspadai Ada Macet di Maccopa Maros

Selain 10 tersangka, barang bukti yang diamankan berupa, uang dari Pungutan Liar (Pungli) 12 juta, potongan karcis, empat buku mutasi pungutan, dan slip penyetoran ke pemerintah daerah.

Erwin menjelaskan, dari pengakuan satu PNS Diahub, uang hasil Pungli tersebut tiap harinya akan disetor ke pemerintah daerah rata-rata antara 1,3 juta hingga 2 juta rupiah, terhitung masa kerja 24 jam.

"Masukan perhari mereka 12 juta rupiah lebih, tapi diserahkan ke pemda hanya 1 hingga 2 juta rupiah, dan itu berjalan hampir tiga tahun terakhir ini. Tentunya negara alami kerugian," jelas Erwin. (*)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved