Pelaku Pungli di Jembatan Timbang Maccopa Maros Terancam Dipecat dari PNS

Khusus di Jembatan Timbang, Pemprov Sulsel menarget Rp 1 milar pendapatan di Jembatan itu.

Pelaku Pungli di Jembatan Timbang Maccopa Maros Terancam Dipecat dari PNS
TRIBUN TIMUR/DARUL AMRI
barang bukti saat rilis hasil pengungkapan dan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pungli di Jembatan Timbang Maccopa Maros di Mapolda Sulsel, Jumat (21/10/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR -Tersangka pungutan liar di Jembatan Timbang Maros yang tak lain petugas Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan terancam dipecat.

Sekretaris Dinas Perhubungan Makassar Arsal Arifin mengatakan 10 anggotanya yang tertangkap operasi tangkap tangan (OTT) Polda Sulsel bakal dipecat jika terbukti melakukan pungli.

Hal tersebut ia tegaskan berdasar dari instruksi Presiden RI Joko Wododo mengenai sanksi para pelaku pungli.

"Toh instruksi Presiden pecat jika terbukti, tapi tentunya kita lihat dulu saat putusan pengadilan nanti," ujar Arsal via telepon, Sabtu (22/10/2016).

Arsal menjelaskan terkait dengan aktivitas pwtugas Dishub dibJembatan Timbang Maros sudah sesuai dengan tugas dan tupoksi anggota Perhubungan.

Dimana armada yang membawa barang bawaan dengan kapasitas banyak diwajibkan membayar retribusi.

"Aturannya sangat jelas dan tertuang di Perda  no 4 tahun 2011, setiap aktivitas barang bawaan lebih dikenakan retribusi oleh Pemerintah," katanya.

Retribusinya pun berpariasi, ada Rp 2000 sampai Rp 20.000.

"Namun karena teledor, 10 PNS Dishub ditangkap oleh Polda," ujar Arsal.

Halaman
12
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved