Pasca OTT, Jembatan Timbang Maccopa Ditutup

Ia mengaku tak tahu menahu kapan jembatan timbang ini akan beroperasi lagi.

Pasca OTT, Jembatan Timbang Maccopa Ditutup
TRIBUN TIMUR/FAHRIZAL SYAM
- Jembatan timbang Maccopa, di Kabupaten Maros ditutup sementara pasca-operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan, Kamis (20/10/2016) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Jembatan timbang Maccopa, di Kabupaten Maros ditutup sementara pasca-operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan, Kamis (20/10/2016) lalu.

Saat dipantau, Sabtu (22/10/2016), tampak tak ada aktifitas di jembatan timbang ini. Jalan masuknya pun ditutup dengan palang kayu, bambu, dan ranting.

Meski demikian, masih tampak beberapa petugas jembatan timbang yang beraktivitas.

Salah satu petugas yang ditemui mengatakan, penutupan jembatan timbang ini dilakukan satu hari pasca-OTT, namun ia beralasan penutupan ini karena renovasi jembatan.

"Setelah OTT memang jembatan ini ditutup, bukan karena OTT-nya, tapi karena sedang ada renovasi pengerjaan plafon gedung," kata pria yang enggan menyebutkan identitasnya ini.

Ia melanjutkan, renovasi sebenarnya sudah dilakukan jauh hari sebelum adanya OTT, dan selama renovasi kendaraan masih bisa masuk.

"Sekarang sudah tidak bisa karena bambu dipasang di atas jembatan timbang, truk tidak bisa lagi masuk, jadi kita tutup sementara," terangnya.

Ia mengaku tak tahu menahu kapan jembatan timbang ini akan beroperasi lagi.

"Polisi bilang buka saja, tapi kami tetap tutup sampai renovasi selesai dan ada perintah dari dinas," kata dia.

Sebelumnya, polisi melakukan OTT pada hari Kamis (20/10/2016) sekitar pukul 23.00 Wita. Dalam OTT itu polisi mengamankan enam orang pegawai Dishub, satu PNS dan 5 honorer yang melakukan praktek pungli.

Polisi juga menyita beberapa barang bukti berupa uang tunai Rp12 juta, potongan karcis, buku mutasi pungutan, dan slip penyetoran ke pemerintah daerah. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved