Rakernas PSMTI
PSMTI Catat Ada 90 Marga Tionghoa di Indonesia
Marga itu menyebar di sejumlah wilayah dan daerah di Indonesia dan berasal dari sejumlah suku besar dari dataran Tiongkok, seperti Hakka, Hokkian, Kwa
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Thahir
TRIBUN-TIMUR.COM, BATAM- Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan Perhimpunan Marga Tionghoa Indonesia, mendata setidaknya hingga awal tahun 2017, masih ada 90-an komunitas/marga atau klan Tionghoa yang masih terdata di Nusantara.
"Yang kita catat ada 90 an klan dan marga, tapi yamg kita bisa undang dan hadir di acara rakernas dan pertemuan marga ini hanya sekitar 60-an," kata
Gunadi Sinduwinata Ketua Panitia Rakernas XV PSMTI dalam sambutan resmi sebelum seremoni pembukaan Gala Dinner di Ballroom Planet Holiday Hotel di Sei Jodoh, Batam, Rabu (19/10/2016) malam.
Marga itu menyebar di sejumlah wilayah dan daerah di Indonesia dan berasal dari sejumlah suku besar dari dataran Tiongkok, seperti Hakka, Hokkian, Kwantong, dan Kek.
Dalam data yang dihimpun Tribun di sela-sela Rakernas, setidaknya marga mayoritas antara lain; Cang, Tio, TAN, Oei, Wan, Hui, Chin, Ho dan marga Lie.
Selain rakernas juga digelar pertemuan Marga Tionghoa se-Indonesia, dan Konferensi Clan China se-Asean (ASEAN Chinesse Clan Conference) ke-8 yang dihadiri sekitar 235 peserta dari 8 negara ASEAN.\
Ketua Panitia juga mencatat ada sskitar 427 peserta dari 29 provinsi, dan delegasi dari 60 marga dan utusan dari 235 peserta Asean Clan Chinese Conference.
Rakernas yang dirangkaikan peringatan HUT ke-18 PSMTI ini dibuka oleh Gubernur Kepulauan Riau Dr Nurdin Basirun.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/rakernas-psmti3_20161019_221040.jpg)