Samsung Corporate Media Session

Samsung Masih Pemimpin Pasar Elektronik

Samsung telah menjual lebih dari 44.000 unit mobile phone dan 5.400 unit TV per jam secara global

Editor: Ridwan Putra
Samsung Masih Pemimpin Pasar Elektronik - samsung-corporate-media-session_20161007_222630.jpg
Corporate Marketing Director Samsung Electronic Indonesia, Jo Semidang, memperkenalkan perkembangan bisnis Samsung di ajang media session pada event pameran Samsung All Stars di gedung Nusa Dua Convention Centre (NDCC), Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/10/2016).
Samsung Masih Pemimpin Pasar Elektronik - samsung-corporate-media-session-1_20161007_223834.jpg
ist
Corporate Marketing Director Samsung Electronic Indonesia, Jo Semidang, memperkenalkan produk gadget Samsung di ajang pameran Samsung All StarsNusa Dua Convention Centre (NDCC), Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/10)
Samsung Masih Pemimpin Pasar Elektronik - samsung-corporate-media-session-3_20161007_224847.jpg
ist
Communication & Public Relations Samsung Electronic Indonesia, Jessica Horsan, dan Account Executive Edelman Indonesia, Anindita Saraswati, berfoto bersama awak media di acara media session pameran Samsung All Stars Exibition di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Kamis (6/10/2016)

BADUNG, TRIBUN-TIMUR.COM - DALAM dua bulan terakhir, manajemen Samsung di Indonesia menggelar Samsung Corporate Media Session yaitu di Hotel Shangri-La, Jakarta, pada 30 Agustus, dan di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Badung, 6 Oktober lalu, untuk memaparkan progres bisnis Samsung tahun ini. Media session terkait perkembangan bisnis Samsung ini digelar setelah sebelumnya produk ponsel keluaran terbaru dan tercanggih Samsung Note Seven (7) mengalami masalah pada baterai pada Agustus lalu.

Sedikitnya 35 laporan baterai Samsung Note 7 racikan Samsung SDI terbakar di sejumlah negara. Ponsel tablet flagship keluaran terbaru Samsung itu sudah dipasarkan di 10 negara sejak 19 Agustus. Samsung kemudian menarik unit Galaxy Note 7 yang beredar.

Di Indonesia, Samsung Note 7 seharga Rp 10 juta lebih laris manis meskipun fisiknya belum diterima di tangan konsumen karena masih bertatus indent alias pre-order. Pengiriman produk itu ke Indonesia terpaksa ditunda menyusul kasus baterai Samsung Note 7 meledak beberapa pekan setelah dilepas ke pasaran dunia.

Terkait hal itu, Corporate Marketing Director Samsung Electronic Indonesia, Jo Semidang, mengatakan tidak menimbulkan pengaruh besar terhadap konsumen Samsung.

“Apalagi, tidak semua produk Samsung Note 7 yang beredar di sejumlah negara ini bermasalah. Seperti di China, penjualannya tetap jalan dan baterainya tidak bermasalah,” ujarnya di K-Resto Seminyak, Pantai Legian, Bali, Rabu (5/10) malam.

Khusus di Indonesia, menurutnya Samsung masih jadi pilihan terbanyak konsumen tahun ini meskipun pada semester pertama tahun 2016, industri elektronik nasional mengalami penurunan sebesar 3 persen dibandingkan data semester awal 2015.

Sementara di ajang media session di NDCC, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (6/10), Jo kembali menegaskan bahwa Samsung masih merajai dan terus berusaha memimpin pasar elektronik melalui komitmen inovasi produk dan pemberian layanan purna jual di dunia.

Hal itu berdasarkan survei riset independen Taylor Nelson Survey (TNS), 57% konsumen Indonesia memilih brand Samsung sebagai pilihan pertama ponsel mereka sekaligus menempatkan Samsung di posisi pertama 1 sebagai brand yang paling dipilih konsumen Indonesia.

Begitu juga di level global, perusahaan elektronik asal Korea Selatan ini menempati posisi nomor satu dengan persentasi mencapai 37 %. Angka itu sebagai ukuran preferensi konsumen dalam memilih suatu brand.

Disebutkan, tahun ini Samsung berada di urutan ke 7 sebagai most valuable brand di dunia, naik dari 34 di tahun 2002. Samsung masih menjadi pemimpin pasar elektronik dunia mulai dari produk televisi, lemari es, mobile phone, termasuk smartphones, smartwatch, LFD, dan memori.

“Untuk kiprah Samsung di Indonesia, kami telah menempati market share nomor satu untuk berbagai kategori elektronik. Kami telah menjual lebih dari 44.000 unit mobile phone dan 5.400 unit TV per jam secara global,” ujar Jo.

100 tahun
Di Indonesia, perjalanan bisnis Samsung lebih dari 25 tahun sementara di dunia. Di level global, Samsung akan bersiap mencapai usianya yang 100 tahun dan mengincar daftar perusahaan dunia yang telah eksis selama 100 tahun hingga sekarang. Samsung Group merupakan salah satu perusahaan elektronik terbesar dunia yang didirikan Lee Byung-chull pada 1 Maret 1938 di Daegu, Korea.(*)

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved