Atasi Kekurangan Gizi dengan Biskuit Daun Kelor, Pemuda asal Maros Ini Dikenal Hingga Eropa

Berkat biskuit ini pun, pria kelahiran Maros, 8 Desember 1992 ini diundang salah satu stasiun televisi di Eropa, Euronews

Atasi Kekurangan Gizi dengan Biskuit Daun Kelor, Pemuda asal Maros Ini Dikenal Hingga Eropa
HANDOVER
Musawwir Muhtar 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS-Pemuda asal Dusun Rammang-rammang, Desa Salenrang, Maros, Sulawesi Selatan, Musawwir Mughtar kini tengah mengembangkan Moringa biscuit plus (Morbi+).

Morbi+ merupakan biskuit yang terbuat dari daun kelor. Biskuit ini ia buat untuk mengatasi kekurangan gizi pada anak maupun orang dewasa.

Berkat biskuit ini pun, pria kelahiran Maros, 8 Desember 1992 ini diundang salah satu stasiun televisi di Eropa, Euronews untuk mempresentasikan biskuit buatannya tersebut.

Alumnus Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) ini juga tengah melanjutkan pendidikan magister bidang Animal Science di Wageningen University, Belanda.

"Saya sudah diundang oleh salah satu stasiun TV Eropa, Euronews untuk mempresentasikan Morbi+," kata peraih beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Kementerian Keuangan RI, Selasa (4/10/2016).

Menurutnya, undangan tersebut menjadi suatu kebanggaan, karena Euronews menjadi saluran berita internasional terkemuka dan ditonton di 135 negara.

Morbi+ masuk 10 besar dalam kompetisi Internasional Gist Tech-I Competition 2016 di Silicon Valley, Amerika Serikat dan masuk dalam program PBB Sustainable Development Goals (SGDs).

"Saat ini baru ada 10 produk prototype untuk masing-masing varian, karena bubuk daun kelornya masih di beli dari Afrika untuk testing," katanya.

varian Morbi+, yakni Superfood Moringa bar, Moringa bar varian chocolate, Moringa bar varian crunchy almond.

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved