VIDEO ON DEMAND
VIDEO: Tak punya Rp 15 juta, Ibu dan Bayinya Ditahan di RS Maros
Padahal, saat itu persyaratan tersebut disetornya dua hari setelah melahirkan pada Sabtu 24 September lalu.
Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Seorang warga Dusun Bulukatoang, Desa Bontobulu Kecamatan Tanralili Nur Ani (26) mengeluhkan pelayanan kebidanan RSUD Salewangang Maros.
Dia terpaksa harus tinggal di ruang Cempaka sepekan terakhir lantaran disuruh membayar Rp 15 juta.
Ani yang merupakan keluarga kurang mampu ini, dilarang meninggalkan rumah sakit untuk pulang ke rumahnya bersama balitanya Nur Fadillah yang baru berumur sepekan.
Saat masuk ke rumah sakit sejak Jumat 23 September, dia berencana menggunakan kartu BPJS. Namun kartu tersebut hilang bersama Kartu keluarga dan KTP.
Saat itu keluarga saya menguruskan KTP, KK dan BPJS.
Tapi saat keluarga pasien menyerahkan surat rekomendasi dari dinas sosial, pihak RS tidak mau menerimanya dan meminta untuk lewat umum.
Padahal, saat itu persyaratan tersebut disetornya dua hari setelah melahirkan pada Sabtu 24 September lalu.
Namun tidak diberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas kesehatan gratis dari pemerintah tersebut.