Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Antisipasi Banjir, Warga Untia Simulasi di Pintu Air Kanal

Diketahui muara kanal Untia itu langsung berbatasan dengan perairan laut Makassar yang berada dibagian Barat Kota Makassar.

Penulis: Saldy Irawan | Editor: Ina Maharani
TRIBUN TIMUR/SALDY
FLIPLZD15Warga kampung nelayan dan Pemerintah Kelurahan Untia komitmen siaga banjir saat musim penghujan tiba. Warga simulasi buka tutup pintu air di kanal Untia Makassar, Minggu (2/10/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Warga kampung nelayan dan Pemerintah Kelurahan Untia komitmen siaga banjir saat musim penghujan tiba.

Hal tersebut disepakati kedua pihak usai melakukan simulasi buka tutup pintu air di kanal Untia Makassar, Minggu (2/10/2016).

Diketahui muara kanal Untia itu langsung berbatasan dengan perairan laut Makassar yang berada dibagian Barat Kota Makassar.

Lurah Untia Andi Patiroi mengatakan sejumlah poin penting dalam siaga banjir di Kampung Untia, yakni Menjaga Kebersihan Kampung Nelayan khususnya warga yang bermukim di pinggiran kanal, kesiagaan armada kebersihan, koordinasi 24 jam, serta mengadakan posko di pintu air.

"Di Kampung Nelayan ini ada tiga pintu air. Olehnya kita siaga di titik ini saja," ujarnya.

Andi Patiroi mengatakan, di Kampung Nelayan di Kelurahan Untia ini adalah daerah yang masuk sebagai kawasan rawan.

Pasalnya, pemukiman warga itu berbatasan langsung dengan laut selat Makassar.

Dengan kondisi ini, Andi Patiroi berharap kepada warga agar tetap waspasa, meski bertahun-tahun sudah merasakan terjadinya genangan karena air laut sedang pasang di Kampung Nelayan ini.

Terpisah, Ketua RW 2 Tahir Efendi mengaku siap menjaga komitmen ini.

Tahir mengaku apresiasi kepada pemerintah kelurahan karena melakukan aksi sebelum terjadi musibah saat musim penghujan nanti.

"Kita sangat terima kasih kepada pihak pemerintah kelurahan yang sudah membantu kami dalam antisipasi banjir," katanya.

Saat ini, Tahir hanya berharap Kampung Untia disuplai air bersih. Menurutnya krisis air bersih menjadi persoalan bagi warga Kampung Nelayan saat musim hujan datang.

"Ituji kasian permintaan ku. Semoga adaji air bersih nanti,"harap Tahir.

Diketahui, usai dilaksanakan simulasi dipintu air, warga melakukan bersih-bersih sedimen dikanal Untia.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved