Akbar Endra: Anggota BK DPRD Maros juga Berlibur ke Tokyo
Akbar menyebut, keberangkatan legislator ke Tokyo diketahui oleh Ketua BK Muh Arsyad
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Anggota Komisi III DPRD Maros Akbar Endra menyoroti Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Maros Muh Arsyad yang memprotes sejumlah rekannya yang berlibur di Tokyo sejak Minggu lalu.
Menurutnya, sebelum rombongan pertama berangkat, Arsyad harus koordinasikan dengan Ketua DPRD Maros, Chaidir Syam, Jumat (30/9/2016).
Jika memang hal tersebut pelanggaran, seharusnya disampaikan ke Chaidir.
"Seharusnya sebelum rombongan pertama berangkat, ketua BK berkordinasi dengan ketua DPRD. Jangan berkoar-koar setelah orang sampai di Tokyo," katanya.
Akbar menyebut, keberangkatan legislator ke Tokyo diketahui oleh Ketua BK Muh Arsyad. Pasalnya, seorang anggota BK, Patarai Amir juga ikut dengan rombongan tersebut.
"Aso Patarai itu kan anggota BK. Jadi tidak mungkin ketua BK tidak mengetahui mengenai liburan ke Tokyo itu. Mengecam teman-teman untik berlibur sama dengan melanggar HAM," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua BK DPRD Maros, Muhammad Arsyad soroti puluhan legislator termasuk Sekretaris Dewan (Sekwan) Towadeng yang meninggalkan kantor demi berlibur ke Jepang.
Beberapa legislator Maros yang berlibur ke Tokyo Jepan sejak Minggu lalu, yakni Ketua DPRD Maros Chaidir Syam, anggota DPRD Amirullah Nur dari fraksi Demokrat.
Kemudian Sekertaris Dewan (Sekwan) Towadeng, legislator Andi Syarifuddin Puang Ngesa dari fraksi Golkar. Suhartina Bochari dari fraksi PAN. Andi Rijal fraksi PAN, Patarai Amir fraksi Golkar, Amri Yusuf fraksi PAN.
Ketua Komisi III DPRD Haeriah Rahman yang juga istri Amri Yusuf dari fraksi PAN. Hasmin Badoa fraksi PPP dan Hafid Pasha dari PKB.
Padahal, agenda di DPRD Maros saat ini sangat padat.
Arsyad menyebut, dari 28 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Maros yang diajukan oleh eksekutif dan dua buah Ranperda inisiatif, DPRD baru mengesahkan delapan Perda, sementara waktu yang tersisa tiga bulan lagi.
"Meski liburannya menggunakan uang pribadi, tapi kami tetap sayangkan. Seharusnya kepentingan rakyat menjadi prioritas, bukan liburan," ujar politisi PDIP ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/akbar3m_20160930_143638.jpg)