Warnet Masyarakat di Jeneponto Sepi Pengunjung, Padahal Semua Gratis, Termasuk Kopi Susu
Ini fenomena di Warung Internet Masyarakat (WIM), di areal Taman Siswa, Jl Lingkar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Ilham Mangenre
TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU- Layanan gratis belum menjadi magnet warga berkunjung ke warung internet (warnet) di Kabupaten Jeneponto, Sulsel.
Ini fenomena di Warung Internet Masyarakat (WIM), di areal Taman Siswa, Jl Lingkar, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto.
Pantauan tribunjeneponto.com, Senin (26/09/2016), WIM sepi.
Hanya seorang karyawati yang duduk berjaga.
Lima belas unit komputer membisu, tidak pengunjung. Padahal layanan gratis.
Kopi dan susu, teh, yang tersedia gratis pengunjung tak ada yang menyeduh.
Warnet ini didirikan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI.
Pengadaan menelan APBN kurang lebih 700 juta, tahun anggaran 2015.
Warnet seluas 15×8 meter tersebut juga menyediakan alat print dan scan gratis.
"Barupi seminggu ini dibuka lagi, yang datang barupi satu-satu orang, padahal bisa ngopi atau minum teh gratis," kata operator WIM, Mustika (23), kepada tribunjeneponto.com.
Menurut Mustika, "koneksi internet WIM cepat, karena mencapail 5 MBPS."
Warnet ini buka setiap hari, mulai pukul 08.00 Wita sampai pukul 24.00 Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warnet-di-jeneponto_20160926_154525.jpg)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warnet-gratis_20160926_154725.jpg)