Tak Mau Bebani Anak, Nenek Raminang Jualan Pisang di Pasar Mattirowalie Barru

Kini anak semata wayangnya sudah bekeluarga dan berprofesi sebagai tukang ojek.

Tak Mau Bebani Anak, Nenek Raminang Jualan Pisang di Pasar Mattirowalie Barru
ira/tribunbarru.com
Raminang jualan pisang di Pasar Mattirowalie, Barru, Senin (26/9/16). 

TRIBUNBARRU.COM,BARRU - Untuk menafkahi dirinya, nenek berusia 63 tahun ini menjual pisang di Pasar Mattirowalie, Jl AP Pettarani, Kecamatan Barru.

Namanya Raminang, asal Dusun Lasinri, Desa Coppo, Kecamatan Barru.

Ia sudah berjualan pisang selama 30 tahun semenjak ditinggal mati oleh suaminya.

"Saya sudah lama sekali menjual nak, jauh sebelum pasar ini ada. Dulu saya mulai di pasar lama, mungkin ada 30 tahun," kata Nenek Raminang ke TribunBarru.com, Senin (26/9/2016).

"Suami saya meninggal dan ada anak saya satu, waktu itu saya harus bekerja untuk membiayai hidup kami," lanjut Raminang menceritakan.

Kini anak semata wayangnya sudah bekeluarga dan berprofesi sebagai tukang ojek.

Namun anaknya itu kini sudah memiliki 3 anak yang harus dibiayai.

"Cucu saya 3 yang butuh juga biaya, anakku hanya tukang ojek kasihan," tambahnya.

Pantauan TribunBarru.com, hingga Senin sore, jualan nenek ini baru laku 1 sisir pisang.

Tak jarang, Nenek ini justru mengalami kerugian.

Pisang segar yang dibelinya seharga 20 ribu biasa tak laku, takut tinggal membusuk, terpaksa ia menjualnya 15 ribu rupiah.

" dari pada tidak laku, mending saya jual murah," katanya.

Belum lagi, ia harus membayar iuran pasar sebesar 40 ribu per bulannya.

Nenek Raminang pun menceritakan pengalaman pahitnya, dompetnya pernah dicuri dan seluruh uang yang lama dikumpulkan raib tak tersisa.

Penulis: Ira Irmayansari
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved