Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada Takalar

Pengamat: SK-AS Harus Kerja Keras

Perolehan suara dari masing-masing pasangan itupun diprediksi akan bertambah pada Pilkada 2017 mendatang.

Penulis: Reni Kamaruddin | Editor: Mahyuddin
reni/tribuntakalar.com
Pengamat politik Takalar Ziaurrahman. 

TRIBUNTAKALAR.COM, TAKALAR - Pertarungan pasangan Bur-Nojeng dan Syamsari Kitta-Ahmad Dg Sere di Pilkada Takalar sudah dimulai.

Keduanya merupakan petahana dari Pilkada tahun 2012 lalu.

Hampir mirip dengan pilkada 2012, pilkada 2017 mendatang akan lebih sengit pasalnya hanya ada dua pasangan calon yang memperebutkan tahta kepemimpinan di Takalar.

Jika melihat pertarungan kedua pasangan ini, SK- AS, akronim Syamsari Kitta-Ahmad Dg Sere, dianggap perlu bekerja keras untuk bisa mengalahkan pasangan incumbent yang lebih dahulu mencuri start untuk menarik perhatian masyarakat Takalar.

"Intensitas kegiatan Bur-Nojeng semakin kencang dan massif dari relawan dan parpol pengusung, sehingga SK-AS harus bekerja keras karena waktu tinggal empat bulan" kata pengamat politik Takalar Ziaurrahman kepada TribunTakalar.com, Minggu (25/9/2016).

Perolehan suara dari masing-masing pasangan itupun diprediksi akan bertambah pada Pilkada 2017 mendatang.

"Dengan hanya dua pasangan calon, target suara akan lebih tinggi dibandingkan dengan pilkada sebelumnya yang terdapat tujuh pasangan pasangan calon," jelas mantan anggota KPUD Takalar itu.

Selain kerja keras dari para pendukung dan relawan SK-AS, energi serta logistik yang besar juga dibutuhkan oleh pasangan tersebut untuk dapat mengimbangi petahana.

Di sisi lain, Ziaurrahman menganggap pasangan SK-AS juga tak bisa bisa dianggap enteng karena keduanya memiliki pemilih fanatik sejak pemilu 2004.

Syamsari Kitta telah menggalang pemilih sejak pemilu 2004, hingga Syamsari Kitta menjadi anggota DPRD Provinsi.

Kemudian pada pemilu 2009 SK terpilih lagi.

Sedangkan Ahmad Se're (AS) pada pemilu 2004 terpilih menjadi anggota DPRD Takalar, kemudian menjadi anggota DPR RI pada tahun 2009.

Di tahun berikutnya yaitu tahun 2012 keduanya maju menjadi calon bupati, namun kalah dan di tahun 2014 keduanya menjadi runner up di PKS dan PPP di dapil 1 pada pemilihan caleg DPR RI.

"Selain itu, keduanya diusung oleh PKS, yang dikenal dengan solidaritas kadernya yang militan" tutur Ziaurrahman.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved