Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Koperindag Maros Akui Gas Elpiji Langka

"Memang ada kelangkaan gas elpiji. Tak hanya di Maros, daerah lain juga mengalami hal yang sama. Tapi berdasarkan laporan warga, harganya masih normal

Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Kepala Dinas Koperindag Maros, Sulawesi Selatan, Muh Syamsir mengaku kelangkaan gas elpiji tak hanya terjadi di Maros, namun hal ini juga dialami daerah lain, Kamis (22/9/2016).

Meski begitu, pihaknya tetap memantau harga yang saat masih tergolong normal. Harganya kisaran Rp 18 ribu sampai Rp 20 ribu pertabung.

"Memang ada kelangkaan gas elpiji. Tak hanya di Maros, daerah lain juga mengalami hal yang sama. Tapi berdasarkan laporan warga, harganya masih normal," katanya.

Koperindag akan turun memantau langsung penjualan elpiji kepada empat agen di Maros supaya tidak melakukan penimbunan atau memanfaatkan kondisi langkanya gas elpiji.

Sebelumnya, warga Pakalli Desa Allatenggae, Bantimurung, Maros Sulawesi Selatan mengeluhkan terbatasnya pasokan gas elpiji 3 kilogram, selama sepekan terakhir.

Seorang warga Marlina mengatakan, untuk membeli gas elpiji, ia harus berjalan sekitar satu kilometer untuk dan keliling kampung.

"Kenapa susah sekali gas elpiji di daerah saya. Kemarin saya kehabisan gas, pas mau beli di penjual langganan saya, katanya tabungnya belum ada yang masuk," ujarnya.

Hal tersebut membuatnya harus berjalan kaki dan membawa tabungnya tersebut. Beberapa penjual yang ditanginya, namun hanya satu toko yang menjual.

Marlina mengaku kaget, karena harga gas elpiji tidak seperti biasa. Harganya bertambah Rp 5.000 dari harga normal Rp 15 ribu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved