Turikale Masuk Kawasan Kumuh di Maros

Pemateri yang hadir yakni Kabid Perencanaan Bappeda Maros Prayitno, Perwakilan Dinas PU Aulia Ashari dan Pakar Komunikasi Lory Hendradjaya.

Turikale Masuk Kawasan Kumuh di Maros
TRIBUN TIMUR/ANSAR
30 pegawai SKPD sebagai fasilitator di Kabupaten Maros mengikuti Sosialisasi Strategi Komunikasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) di ruang rapat Sekda lantai dua Kantor Bupati Maros, 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR. COM, MAROS - Penanganan dan pencegahan kumuh di Kabupaten Maros terus dijalankan melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

Sebanyak 30 pegawai SKPD sebagai fasilitator di Kabupaten Maros mengikuti Sosialisasi Strategi Komunikasi Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) diruang rapat Sekda lantai dua Kantor Bupati Maros, Selasa (20/09/2016).

Pemateri yang hadir yakni Kabid Perencanaan Bappeda Maros Prayitno, Perwakilan Dinas PU Aulia Ashari dan Pakar Komunikasi Lory Hendradjaya.

Asisten Koordinator Program Kotaku Kabupaten Maros, Rachmawati mengatakan, Kotaku merupakan program Direktorat Pengembangan Kawasan Permukiman (PKP), Direktorat Jenderal Cipta Karya.

"Ini untuk meningkatkan peran masyarakat dan memperkuat peran pemerintah daerah dalam percepatan penanganan kumuh dan mendukung gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum dan sanitasi, serta nol persen kawasan kumuh," katanya.

Rachmawati menjelaskan untuk kabupaten Maros sendiri mengacu pada surat keputusan Bupati yang menyebutkan di Maros terdapat 5,74 hektare area kumuh.

Kawasan kumuh tersebut terdapat di Kelurahan Turikale dan Alliritengngae Kecamatan Turikale serta Kelurahan Baju Bodoa Kecamatan Maros Baru.

Penulis: Ansar
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved