Nenek Rahmatia yang Perkasa, Hidupi Suami dan Cucu dari Jualan Sayur Keliling Pangkep

Warga Limbua, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel itu harus berjalan kaki hingga 7 Km

Nenek Rahmatia yang Perkasa, Hidupi Suami dan Cucu dari Jualan Sayur Keliling Pangkep
Munjiyah/TribunPangkep.com
Nenek Rahmatia yang Perkasa, Hidupi Suami dan Cucu dari Jualan Sayur Keliling Pangkep 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE-- Rahmatia (60), sosok perempuan yang setia nan perkasa.

Setiap hari, ia harus jualan sayur keliling Pangkep.

Warga Limbua, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulsel itu harus berjalan kaki hingga 8 Km untuk menjajakan jualannya.

Ini harus dilakukannya untuk menghidupi suami dan cucunya.

Suaminya kini sakit, terbaring di rumahnya di daerah Kalimbua.

Sementara 4 anaknya masing-masing ada yang bekerja dan perekonomian sulit.

Aktivitas ini digelutinya sudah sejak 10 tahun lalu.

"Beginimi nak, mauka apa? Sakit suamiku tinggal di rumah, tidakbisa kerja karena sakit barambangnya (Bahasa Makassar: dada)," kata Rahmatia yang tidak terlalu fasih berbahasa Indonesia itu saat ditemui tribunpangkep.com, Minggu (18/9/2016).

Raut wajah Rahmatia mendung. Ia menahan isak tangis terlihat dari matanya yang memerah saat bercerita dengan TribunPangkep.com..

Rata-rata, Nenek Rahmatia hanya mampu mendapatkan untung Rp 30 ribu.

Berarti tiap hari ia hanya mendapatkan Rp 20 ribu dan Rp 10 ribu untuk ojek tiap harinya.

Ibu dari 4 anak ini mengaku memiliki cucu yang baru kelas 1 SD bernama Natalia.

"Tiap hari saya naik ojek dari Limbua ke Pasar Pangkajene bayar Rp 10 ribu, terus setelah itu jalan kaki keliling jualan seperti di Kota Pangkajene juga di Kecamatan Bungoro, sekitar 8 kilo nak" ujarnya menahan tangis.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Ardy Muchlis
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved