Madu Hutan Pangkep, Dipanen Setiap 20 Hari, Dikelola 3 Jam, Dijual Rp 80 Ribu
Proses pertama pengambilan madu ini dimulai dari pembuatan alat pengusir lebah yang disebut damu.
Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Mahyuddin
TRIBUNPANGKEP.COM, BALOCCI - Pengelolaan Madu hutan membutuhkan waktu tiga jam sebelum dimasukkan ke dalam botol dan dijual di pasaran.
Salah satu daerah penghasil madu di Pangkep adalah Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci Kabupaten Pangkep, Sulsel, Minggu (12/9/2016).
Dua petani madu di desa tersebut, Nawir (43) dan Umar (43) sudah menjalani pekerjaan ini selama 25 tahun.
Kedua orang itu mengerjakan dengan telaten sampai akhirnya madu siap jual.
Proses pertama pengambilan madu ini dimulai dari pembuatan alat pengusir lebah yang disebut damu.
Damu terbuat dari bambu, daun enau dan akar pohon lingkukus.
Semua bahan diperoleh dari hutan.
Damu nantinya akan dibakar sehingga menghasilkan asap.
Selain menyiapkan damu, Nawir dan Umar juga membuat keranjang dari anyaman bambu menyerupai kerucut.
Madu ditadah, dikemas ke dalam botol dan siap jual.
"Ciri-cirinya berada di pohon yang tidak ada semutnya dan satu pohon biasanya terdiri dari dua sampai tiga sarang lebah, memang prosesnya sangat rumit," kata Umar kepada TribunPangkep.com.
Harga madu dijual Rp 80 ribu perbotol.
Masa panen madu hutan selama 20 hari.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/madu-pangkep_20160911_215855.jpg)