Dikawal Kabag Ops Gowa, Massa Maddusila Selesaikan Ritual
Sebelumnya simpatisan Maddusila mendapat serangan dari Satpol PP Gowa yang sedang berjaga di dalam Kawasan Istana Balla Lompoa.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Setelah sempat memanas, massa dari Andi Maddusila akhirnya menyelesaikan ritual berkeliling Balla Lompoa sebelum acara Accera Kalompoang dilakukan, Senin (12/9/2016) besok.
Ratusan simpatisan yang mengenakan pakaian adat lengkap mengelilingi rumah peninggalan sejarah Kerajaan Gowa itu dari luar dengan pengawalan Kabag Ops Polres Gowa, Kompol Henri Noveri Santoso.
Sebelumnya simpatisan Maddusila mendapat serangan dari Satpol PP Gowa yang sedang berjaga di dalam Kawasan Istana Balla Lompoa. Mereka dilempari batu juga busur saat berusaha masuk.
Mereka pun menyayangkan sikap kepolisian yang menurut mereka hanya membiarkan kejadian tersebut.
Seorang Dewan Adat Kerajaan Gowa, Andi Rivai, mengatakan seharusnya polisi sudah mengawal bahkan sebelum kejadian itu terjadi.
"Ini polisi cuman hanya melihat saja. Kalau mengawal, seharusnya sejak awal sebelum terjadi," katanya.
Kabag Ops, Kompol Henri pun meminta maaf atas kejadian yang terjadi hingga ada korban luka akibat pecahan kaca dan busur.
Massa pun akan melaporkan penyerangan itu langsung ke Polda Sulsel dengan alasan tidak mempercayai lagi pihak Polres Gowa.
Sementara itu, Kasatpol PP Gowa, Alimuddin Tiro, yang dikonfirmasi menjelaskan jika dari awal pihak simpatisan Maddusila lah yang memaksa masuk ke dalam Balla Lompoa.
"Mereka paksa masuk terobos pagar. Kami didalam hanya diam karena saya perintahkan agar tidak ada gerakan. Dari situ lalu ada pelemparan yang saya tidak tahu. Apalagi sampai ada busur, saya tidak bisa prediksi datangnya dari mana,"ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/balla_20160911_135126.jpg)