VIDEO ON DEMAND

VIDEO: Riska, Calo e-KTP di Maros Ini Bantah Paksa Minta Uang Warga

Warga Regency, Kelurahan Turikale, Turikale ini juga membantah keterangan Lurah Raya Hasrul yang menilainya sering bolos kerja.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS -Staf kantor Lurah Raya, Turikale, Maros, Sulawesi Selatan, Riska yang dituding menjadi calo pengurusan e-KTP di Discapil Maros membantah pernyataan Alya (17), Rabu (7/9/2016).

Sebelumnya, Alya yang merupakan warga Dusun Sengkalantang, Kelurahan Baji Pammai, Kecamatan Maros Baru tersebut mengaku dimintai uang Rp 50 ribu oleh Riska saat akan mengurus KTP.

"Saya itu, kalau ada warga yang meminta bantuan untuk pengurusan e-KTP pasti saya bantu. Saya tidak pernah meminta uang. Warga sendiri yang berikan," katanya saat ditemui di kantor Discapil Maros, Rabu (7/9/2016).

Sementara untuk warga Dusun Sengkalantang lainnya, Ani yang baru berumur 16 tahun yang ingin dibuatkan e- KTP, Riska juga mengaku sudah mengambil uangnya.

"Ini Ani, mengaku lahir tahun 1999. Ternyata dia lahir tahun 2000. Makanya tidak bisa dibuatkan KTP. Sudahmi juga diambil uangnya. Ani sendiri juga yang kasihka uang," katanya.

Warga Regency, Kelurahan Turikale, Turikale ini juga membantah keterangan Lurah Raya Hasrul yang menilainya sering bolos kerja. Menurut Riska, justru Hasrul yang jarang masuk kerja.

Dua mengaku ke kantor untuk absensi sekitar pukul 7.15 wita sesuai jam masuk. Saat pukul 12.00 wita, Riska meninggalkan kantor untuk menjemput putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Setelah itu, Riska berangkat ke kantor Discapil untuk mengurus e- KTP warga. Jika pukul 13.00 wita, dia mengaku kembali ke kantornya untuk bekerja.

"Pagi - pagi saya masuk absen dan jam dua belas, saya keluar lagi jemput anak saya dari sekolah. Setengah dua saya ke kelurahan lagi," ujarnya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved