Tercemar Limbah Bisa Sebabkan Daging Kerang Beracun

kerang tersebut bedara di perairan atau lingkungan yang sudah tercemar oleh limbah sehingga kodisi makananya tidak sehat lagi.

Tercemar Limbah Bisa Sebabkan Daging Kerang Beracun
Muslimin Emba/tribunjeneponto.com
Tim Surveilans Dinas Kesehatan Jeneponto mengambil sampel kerang laut bulu (tude) yang mengakibatkan puluhan warga Desa Mallasoro Kecamatan Bangkala keracunan dan dua meninggal dunia, Rabu (31/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FIKP Unhas), Dr Khusnul Yaqin mengatakan ada dua kemungkinan yang menjadi penyebab seseorang keracunan memakan daging kerang.

Penyebab yang pertama adalah kerang tersebut bedara di perairan atau lingkungan yang sudah tercemar oleh limbah sehingga kodisi makananya tidak sehat lagi.

Kerang yang hidup di perairan tercemar akan menyebabkan daging kerang tersebut tidak sehat untuk dikonsumsi karena dagingnya mengandung limbah yang terakumulasi yang bersifat racun.

"Kerang sifatnya memakan apa di depannya, jika lingkungannya tercemar maka semua yang dimakan akan terakumulasi dalam dagingnya sehingga bisa menyebabkan keracunan bagi yang memakannya," kata Khusnul yang juga peneliti toksikologi kerang kepada tribun-timur.com, Rabu (31/8/2016).

Mengkonsumsi daging kerang beracun bisa menyebabkan mual-mual, pusing, lumpuh hingga meninggal bila dikonsumsi dengan porsi yang banyak.

Untuk diketahui sekitar 50 an orang warga Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, yang diduga keracunan setelah makan daging kerang dan dua diantaranya meninggal dunia, Selasa (30/8/2016).(*)

Penulis: Hasrul
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved