Puluhan Tentara Kawal Sidang Penembakan Anggota TNI di Polman

Sidang dengan terdakwa Briptu Caswan berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Sidang perkara penembakan yang menewaskan anggota Kompi senapan B Yonif 721/ Kodim 1401 Majene Prada Yuliadi, dibuka umum, Rabu (31/08/2016). Sidang digelar di ruang sidang utama Sultan Hasanuddin Pengadilan Negeri Makassar. Sidang dengan terdakwa Briptu Caswan berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Sidang perkara penembakan yang menewaskan anggota Kompi senapan B Yonif 721/ Kodim 1401 Majene Prada Yuliadi, dibuka umum, Rabu (31/08/2016).

Sidang digelar di ruang sidang utama Sultan Hasanuddin Pengadilan Negeri Makassar. Sidang dengan terdakwa Briptu Caswan berlangsung dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Pantauan Tribun puluhan personil TNI nampak hadir mengawal dan menyaksikan langsung proses persidangan. Mereka duduk di ruang pengunjung persidangan dengan mengenakan pakaian Dinasnya. Situasi persidangan berlangsung kondusif.

Diberitakan sebelumnya penembakan terjadi berawal dari adanya keributan antara seorang anggota Kodim 1401/Majene Praka Laksmono dengan anggota Patmor Reserse Polman Bribda Ambo siki .

Keributan itu diawali ketika Praka Rusmono sementara menonton balapan dengan anggota kru MMS racing Team Majene bernama Umar (27) asal Kecamatan Banggae timur kabupaten Majene.

Tiba-tiba ia didatangi beberapa anggota Patmor dan diminta untuk tidak menonton di atas lintasan balapan. Namun salah satu rekan Praka Laksmono anggota team kru MMS racing Team Majene terkena tongkat anggota Patmor sehingga hampir terjatuh di parit.

Praka Laksmono yang tidak terima menghampiri anggota patmor dan menyampaikan, "Jangan begitu pak saya juga anggota".

Beberapa anggota patmor Res Polman yang melihat kejadian tersebut tidak terima langsung mendorong dan memukul Praka Laksmono .

Usai keributan setelah mereka didamaikan. Namun sekitar dua jam kemudian tiba-tiba terjadi penembakan yang belum diketahui asalnya mengenai Prada Yuliadi.

Prada Yuliadi langsung dibawa ke rumah sakit Polewali dan dinyatakan meninggal dunia. (*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved