Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Gowa Dapat Dana Rp 98 M, Bupati Prioritaskan Infrastruktur Jalan

Dari jumlah itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL, mengatakan 70 persen akan diprioritaskan untuk infrastruktur jalan terkhusus di dataran rendah.

Penulis: Waode Nurmin | Editor: Ina Maharani
DOK TIM PEMENANGAN ADNAN KIO
Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo dan Abdul Rauf Kr Kio 

Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kabupaten Gowa kembali memperoleh DAK (dana alokasi khusus) dari pusat sebesar Rp 98 miliar untuk tahun anggaran 2016.

Dari jumlah itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL, mengatakan, 70 persen akan diprioritaskan untuk infrastruktur jalan terkhusus di dataran rendah.

"Kita hanya dapat membelanjakan sebesar Rp 79 miliar dari dana tersebut. Alasannya hal itu sesuai aturan penggunaan dana pusat yang tidak. Mesti full dibelanjakan karena harus ada pengembalian protap kepada pemerintah pusat," katanya saat menyerahkan nota keuangan dan Ranperda APBD perubahan anggaran 2016 yang berlangsung secara paripurna di DPRD Gowa, Senin (29/8/2016).

Adnan mengatakan dari suntikan DAK tersebut, sebesar 70 persen dialokasikan pada infrastruktur jalan dataran rendah dengan alasan mengingat waktu pekerjaan yang cukup singkat di akhir anggaran 2016 ini.

"Nanti anggaran pokok 2017 kita prioritaskan lagi untuk dataran tinggi sebesar 70 persen juga. Karena itu saya mohon persetujuan dari para anggota dewan terkait rencana kita ini," katanya lagi.

Karena itu, mantan anggota DPRD Sulsel ini berharap para anggota dewan untuk dapat proaktif mengikuti dan hadir pada musrenbang agar dapat fokus menyerap aspirasi masyarakat.

Selain itu, Adnan juga mengingatkan soal pemberlakuan struktur perangkat daerah yang baru yang menurut rencananya khusus di Pemkab Gowa akan mulai dilaksanakan pada Oktober atau November tahun ini.

"Harapan saya setelah selesai pembahasan kita akan dorong Ranperda struktur organisasi tata kerja (SOTK). Kita tidak boleh terburu-buru dalam menerapkan SOTK ini seperti yang dilakukan Bone kemarin. Karena dinas kehutanan diambilalih oleh provinsi,".

Sementara itu dalam paripurna penyerahan nota keuangan dan Ranperda APBD Perubahan tahun 2016 ini dalam penjelasan pengantar nota keuangan bupati mengatakan, rancangan perubahan mengalami kenaikan sebesar Rp 92.063.679.161 atau 5,67 persen dari anggaran pokok sebesar Rp 1.622.476.532.229 sehingga anggaran setelab perubahan menjadi sebesar Rp 1.714.540.211.390.

Perubahan anggaran pendapatan daerah dialokasikan dalam dua kelompok yakni kelompok belanja dan tidak langsung. Kelompok belanja tidak langsung mengalami peningkatan sebesar Rp 47.363.690.893 atau 4,65 persen dari anggaran pokok sebesar Rp 1.017.743.174.595,10. Sehingga anggaran setelah perubahan menjadi sebesar Rp 1.065.106.865.488,10. Dan anggarab belanja langsung mengalami kenaikan sebesar Rp 133.419.175.196 atau 21,32 persen dari anggaran pokok sebesar Rp 625.672.158.681,90 sehingga jumlah belanja langsung setelah perubahan mencapai Rp 759.091.333.877,90.

Sekretaris Komisi III yang membidangi Dinas PU, mengaku mendukung kebijakan bupati yang memprioritaskan DAK untuk jalan dataran rendah.

"Alasannya memang waktu. Takutnya nanti kalau di dataran tinggi dikerja, waktunya tidak cukup. Dan susah dipantau pengerjaannya. Apalagi harus selesai sampai akhir tahun," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved