Reskrim Polres Maros Usut Dugaan Penjualan Raskin di Desa Baruga

Pengusutan tersebut berdasarkan adanya laporan warga terkait dugaan penyalahgunaan raskin.

Reskrim Polres Maros Usut Dugaan Penjualan Raskin di Desa Baruga
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Puluhan warga Desa Baruga, Bantimurung, mendatangi Reskrim Polres Maros untuk mempertanyakan dugaan penjualan beras miskin (raskin) yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Baruga, Hasir. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Kanit III Reskrim Polres Maros, Ipda I Nyoman Sutarma mengatakan, penyelidik tidak pernah menghentikan pengusutan dugaan penjualan beras miskin (raskin) yang diduga dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Baruga, Bantimurung, Hasir.

Pengusutan tersebut berdasarkan adanya laporan warga terkait dugaan penyalahgunaan raskin. Polisi juga sudah turun lapangan untuk mengecek kebenaran laporan tersebut.

"Kami terima laporan penyalahgunaan raskin di Baruga. Kami juga sudah cek di lapangan dan ditemukan raskin itu. Tapi yang menjadi kendala kami, raskin itu sudah dikemas dan disimpan di karung lain," katanya saat ditemui warga Baruga, Selasa (16/8/2016).

Reskrim kewalahan untuk membuktikan jika beras yang disimpan di karung lain tersebut adalah bantuan raskin untuk masyarakat kurang mampu.

"Apakah ada yang pernah melihat saat pergantian karungnya. Kita belum tahu itu, karena tidak ada yang melihatnya. Tapi kami sementara amankan raskinnya," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh Nyoman, sebanyak 849 karung raskin yang dibagikan di Desa Baruga per tiga bulan. Namun dia belum bisa memastikan, apakah data tersebut sesuai dengan realisasi penyaluran raskin ke penerima.

"Saat ini kami masih pengembangan, apakah itu memang tersalur semua atau tidak. Kami akan turun ke Dusun di Desa itu untuk mengecek, siapa- siapa yang menerima," ujarnya.(*)

Penulis: Ansar
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved