HUT RI ke 71
Berjuang Tidak Harus Pegang Senjata, Begini Cara Pensiun PDAM Parepare
Eforia sebagian besar masyarakat yang memeriahkan Peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Republik Indonesia (RI) ke-71 dilakukan berbeda, Syamsuddin Yohann
Penulis: Mulyadi | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi
TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Eforia peringatan Hari Ulang Tahun (Hut) Republik Indonesia (RI) ke-71 dilakukan berbeda oleh Syamsuddin Yohannes (63).
Pria beruban dan merupakan pensiunan pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)ini merayakan kemerdekaan tidak seperti kebanyakan orang mengikuti lari karung ataupun lomba makan kerupuk, melainkan stand by terus melayani permintaan air dengan menggunakan mobil tangki.
"Beginilah, kadang bisa sampai malam untuk memberikan pelayanan air yang masuk," jelasnya saat ditemui di Sumur air PDAM di depan Islamic Center, jalan Agus Salim, Kota Parepare, Senin (15/8/2016).
Tidak banyak yang tahu mengenai kisah perjuangan,Syamsuddin yang menjadi ujung tombak pelayanan PDAM ketika banyaknya jaringan pipa yang terganggu dan harus dilayani menggunakan mobil tangki.
Dirinya pun ikhlas untuk menghabiskan waktu di sumur bor hingga membawa mobil tangki untuk melayani warga yang kekurangan air karena faktor teknis, seperti rusaknya pompa air maupun ketika masuk musim kemarau.
"Setiap hari, tugasnya yah isi air tangki dan membawakan air masyarakat yang memasukkan permintaan dan jika banyak permintaan kadang dari pagi hingga malam tetap bolak balik melayani," ujarnya.
Syamsuddin sendiri selama hidupnya mengabdikan diri di PDAM Parepare hingga pensiun pun ia kembali menjadi tenaga honorer untuk melayani masyarakat meskipun harus kerja esktra
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syamsuddin-yohannes-63_20160815_151143.jpg)