Diskusi Tribun Timur

IPDN Sulsel Bakal Buka Pendidikan Satpol PP

Hal ini dia ungkapkan dalam Diskusi Forum di Redaksi Tribun Timur

IPDN Sulsel Bakal Buka Pendidikan Satpol PP
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Forum Dosen Tribun Timur mendiskusikan konflik Polisi dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar di Redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih No 430, Makassar, Sulsel, Selasa (9/8/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Sulsel, Dr Dahyar Daraba bakal mempercepat prodi atau konsentrasi pendidikan Satpol PP di Kampus IPDN Sulsel.

Hal ini dia ungkapkan dalam Diskusi Forum di Redaksi Tribun Timur, Jl Cenderawasih No 430, Makassar, Sulsel, Selasa (9/8/2016).

"Kita akan ajarkan ke calon pegawai negeri sipil masalah nilai-nilai dalam Satpol PP," ujarnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Universitas Bosowa, Prof Marwan Mas menganggap dalam pendidikan Satpol PP perlu dilatih dengan kepolisian.

"Dan selama ini kan dilatih oleh marinir," ujarnya.

Namun, Budayawan Sulsel Ishak Ngeljaratan menganggap kejadian ini karena tak ada rasa malu dari kedua instansi.

"Tak semua otonomi daerah itu sama, di Sulsel dan Makassar kita mesti mendahulukan nilai malu. Malu jika berbuat salah dan lebih malu jika tak berbuat baik," katanya.

Ia pun menganggap dalam pemerintahan di Sulsel terkhusus Makassar perlu mendahulukan nilai-nilai Bugis-Makassar.

"Malu jika berbuat salah apalagi ada sampai yang meninggal," kata mantan Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unhas ini.

Diskusi ini membahas bentrok Satpol PP dan Polis terlibat bentrok pada Sabtu hingga Minggu (7/8/2016) dini hari di Anjungan Pantai Losari. Bentrokan kemudian meluas ke Kantor Balaikota Makassar.

Saat sejumlah anggota Sabhara Polrestabes Makassar dan Polda Sulsel menyerang Kantor Balaikota Makassar, anggota Satpol PP melakukan perlawanan dengan menggunakan batu dan sangkur untuk mempertahankan diri.

Belasan anggota Satpol PP yang berada di Kantor Balaikota juga terluka kena batu dan pukulan benda tumpul.

Kaca-kaca Kantor Balaikota Makassar pecah. Darah berceceran di lantai. Puluhan kendaraan roda empat dan dua juga rusak.

Bentrokan itu dipicu kesalahpahaman. Dua anggota Sabhara Polrestabes, yaitu Bripda Hendrik dan Bripda Asmat, yang berpakaian dinas mengendarai motor dinas masuk ke Anjungan Losari.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved