VIDEO: Aidil Akbar Amin, Juara Olimpiade Matematika Asia di Singapura
Serifikat juara olimpiade matematika itu diraih anaknya, April lalu, saat ikut olimpiade sejenis di Bangkok, Thailand.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Anita Kusuma Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM-"INI Bu, ada lagi satu, piagamnya," kata Muhammad Amin (39), ayah M Aidil Akbar Amin (14), saat menyerahkan map berisi sertifikat Bronze Award Singapore Asian School Math Olympiad 2016, kepada guru mata pelajaran matematika SMP Bosowa International School (BIS), Lely Indra Suryani, di Gedung BMDI, Jl Lanto Dg Pasewang No 39, Makassar, Rabu (3/8/2016) siang.
Selain piagam, pengusaha asal Gowa itu, juga menyerahkan medali perunggu.
"Ini kita akan dokumentasikan, sebagai salah satu aset dan kebanggaan sekolah," kata Kepala SMP BIS Makassar Sri Khairi HW.
Saat itu, Adil masih menghabiskan waktu lunch break di lantai III gedung sekolah kualifikasi internasional yang bekerja sama dengan Cambridge International School dari United Kingdom itu.
Serifikat juara olimpiade matematika itu diraih anaknya, April lalu, saat ikut olimpiade sejenis di Bangkok, Thailand.
Aidil dan ayahnya, baru sehari kembali dari Singapura. Selama empat hari, 29 Juli hiingga 1 Agustus 2016 lalu, Aidil ikut kompetisi 12th IMC International Mathematic Contest, di Singapura.
Aidil meraih juara III, setelah menyelesaikan 18 soal di gedung Singapore International Math Contest Center di 1st Sophia Road, Peace Center #04- 05, Singapura.
"Saya jatuh di soal matriks, itu kan pelajaran anak SMA, di sini kami baru diajari matriks dasar," kata Aidil kepada tribun-timur.com.
Ke-18 soal matematika itu wajib dia kerjakan dalam tempo 90 menit.
Saat diwawancara dalam bahasa Indonesia, Aidil canggung menjelaskan proses keikutsertaannya di olimpiade level internasional ini.
Namun, saat ditanya dengan bahasa Inggris, Aidil terlihat begitu percaya diri.
Dalam bahasa Inggris fasih, penikmat game strategi DOTA ini, menjelaskan sebelum berangkat ke Singapura, selama dua pekan, Aidil masuk both camp olimpiade di Cikeas, Bogor.
"Saya tak menyangka, bapak, ibu, adik dan sepupu saya datang menegok ke Bogor, dan juga surprise saat ikut mengantar ke Singapura," kata alumnus SD Pertiwi di Jl Landak Baru, Makassar ini.
Di Singapura, Aidil satu-satunya siswa SMP dan SMA yang mewakil sekolah dari Indonesia timur. Ada 102 peserta dari Indonesia, dan lebih 400 peserta dari Asia.
Ayah Adil, menjelaskan, anak sulungnya ini memang sudah menunjukkan bakat matematikanya sejak usia dua tahun.
"Saya kan kerja proyek di luar negeri, jadi angka-angka itu dia ikuti dalam bahasa Inggris, lalu umur tiga tahun saya belikan aplikasi game lesson, Akal. Saya kasi dia satu laptop, hanya untuk itu," kata Amin menjelaskan, bakat alami anaknya.
Aidil sendiri mengemukakan senang pelajaran matematika, karena sarat tantangan. "Pokoknya anti main stremlah," ujarnya bercanda.
Sejak sekolah di SD, orangtua Aidil membatasi waktu bermain game online. "Nonton TV, main game hanya boleh week end, sisanya ikut kursus di Kumon, dan bahasa Inggris di Ananda English course," kata penikmat ayak goreng ini.
Selain mengidolakan Soekarno, Aidil juga mengaku mengoidolakan Presiden BJ Habibie, dan sudah menonton film-filmnya. "Pak Habibie ini cerdas gigih, selalu berdoa," ujarnya.
Selain tokoh nasional, Asil juga mengidolakan Syahrul Yasin Limpo, gubernur Sulsel. "Saat debat di TV, saya sangat suka, dia pandai menjelaskan ide dan rencananya," kata Aidil, yang April lalu juga jadi finalis OSN Matematika di Palembang, Sumatera Selatan.(*)