Bocah 13 Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Ini Kata Menteri Yohana Yembise

Yohanna juga meminta agar polisi menangkap orangtuanya dan menghukum seberat-beratnya.

Bocah 13 Tahun Jadi Pengedar Narkoba, Ini Kata Menteri Yohana Yembise
munjiyah/tribunpangkep.com
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise 

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Yohana Yembise meminta kepada pihak kepolisian agar mengusut kasus bocah 13 tahun yang menjadi pengedar narkoba.

Yohanna juga meminta agar polisi menangkap orangtuanya dan menghukum seberat-beratnya.

"Nanti saya minta diusut oleh Kepala Badan. Orang tuanya juga harus dituntut karena melakukan pembiaran. Ia harus kena sanksi pidana," kata Yohanna, Rabu (3/8/2016), usai menghadiri acara di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.

Yohanna mengatakan, kesalahan ada pada orangtua bocah tersebut karena melakukan pembiaran.

"Orangtua tak boleh mengizinkan anaknya bekerja, karena itu melanggar, apalagi jadi kurir narkoba. Itu pembiaran orangtua yang tak bisa dibenarkan. Anak-anak merokok atau minuman keras saja bisa kena sanksi apalagi narkoba, itu salah sekali," tegas Yohanna.

"Hak anak itu ada lima, di antaranya harus sekolah, bermain, dan lain-lain, jika ada anak-anak yang dipekerjakan itu sudah melanggar undang-undang dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda 1-3 Miliar," sambung dia.

Sebelumnya ZA, bocah yang baru-baru ini lulus dari sebuah Sekolah Dasar di Kota Makassar ditangkap oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan, di Jl Kandea 3 lorong 2 Bunga Eja, Senin (2/8/2016) pukul 18.00 Wita.

Bocah itu ditangkap bersama dua pemakai lainnya yakni, Kasta Naim bin Salihin (26) warga Tinumbu 142 nomor 13 dan Yunus Bin Hafid (36) warga Bunga Eja nomor 28 Kota Makassar. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved