Usia Mayoritas Korban Tewas Lakalantas di Sulsel 16 hingga 30 Tahun
Ditlantas merekap anatomi tersebut dari Januari hingga bulan Juni 2016 dengan rincian yang didominasi, Januari 224, Februari 147, Maret 236, April 203
Penulis: Darul Amri Lobubun | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) merekap anatomi Kecelakaan Lalulintas (Lakalantas) pada tahun 2016 terhadap pengendara berdasarkan usia.
Kepala Seksi (Kasi) Laka Lantas (Lantas) Ditlantas Kompol Muhammad Tahir mengatakan, jika anatomi Lakalantas berdasarkan usia maka yang terbanyak adalah didominasi antara umur 16 hingga 30 tahun.
"Jumlah lakalantas memang didominasi umur 16 hingga 30 itu dengan jumlah 1435 orang," kata Kompol Tahir saat ditemui Triibun Timur di kantor Ditlantas Polda Sulsel Jl Ap Pettarani, kota Makassar, Selasa (2/8/2016).
Ditlantas merekap anatomi tersebut dari Januari hingga bulan Juni 2016 dengan rincian bulan Januari 224 kasus, Februari 147, Maret 236, April 203, Mei 330, dan Juni.
Sedangkan rata-rata pengendara dengan usia 0 sampai 9 tahun berjumlah 75, 10 sampai 15 tahun berjumlah 503, usia 31 hingga 40 berjumlah 530, usia 41 hingga 50 berjumlah 414, dan usia 50 hingga lebih berjumlah 418.
Memang pihak Ditlantas Polda telah merekap data kasus Lakalantas selama januari hingga juli berjumlah 3512 kasus, dengan rincian meninggal dunia 641, luka berat 532, luka ringan 4236, dan total kerugian materil 7,248,865,000 miliyar rupiah.
"Untuk jumalh data dan kasuanya memang sudah direkap dari 1 januari hingga 31 juli. Tapi untuk anatomi belum karena masih butuh data yang lebih detai terkait anatomi usia, jenis kelamin hingga pekerjaan," jelas Tahir. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/muhtah_20160411_171603.jpg)