Pilkada Barru

Dituntut 4 Tahun Enam Bulan, Bupati Barru Ajukan Pembelaan

Menyikapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Kuasa Hukum Andi Idris Syukur,

TRIBUN/DIWAN
Sidang lanjutan yang mendudukkan Bupati Barru, Andi Idris Syukur sebagai terdakwa dalam perkara pemerasan dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan agenda pembacaan tuntutan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Senin (1/8/2016). 

Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Terdakwa Bupati Barru Andi Idris Syukur dituntut empat tahun enam bulan penjara dan denda Rp 250 juta dalam perkara kasus dugaan gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) izin Tambang di Barru.

Jaksa Penuntut Umum menilai terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 12 huruf e Undang Undang Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 Undang undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Menyikapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum, Kuasa Hukum Andi Idris Syukur, M Aliyas Ismail mengaku akan melakukan pembelaan, karena tuntutan JPU dinilai keliru.

"Kami menghargai keputusan Jaksa, tapi kami selaku kuasa hukum memiliki pandangan berbeda,"kata Aliyas.

Aliyas mengatakan tuntutan Jaksa Penuntut Umum diakui tidak sesuai dengan fakta persidangan. JPU justru seolah olah menguraikan rekontruksi kembali dari BAP dan keterangan saksi yang ada di BAP

Penulis: Hasan Basri
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved