Diskusi Tribun Timur

Arqam Azikin: KPU Tidak Boleh Diintervensi

Jangan sampai revisi undang-undang tersebut hanya memberi praktik politik uang semakin mendapatkan jalan

Arqam Azikin: KPU Tidak Boleh Diintervensi
TRIBUN TIMUR/ABDUL AZIS
Pengamat politik Unismuh, Arqam Azikin 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Pengamat politik Unismuh Arqam Azikin berharap komisi pemilihan umum (KPU) tetap independen dan mandiri dalam mengawal jalannya pesta demokrasi di Indonesia.

"KPU tidak boleh diintervensi oknum legislatif dan eksekutif," tegas Arqam dalam diskusi Forum Dosen di ruang rapat Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih, Kota Makassar, Selasa (26/7/2016).

Diskusi tersebut mengangkat tema "Menyoal Revisi UU Pilkada dan Kinerja KPU".

Hadir dalam diskusi itu, Guru Besar UIN Alauddin Prof Dr Qasim Mathar, Guru Besar Universitas Bosowa 45 Prof Marwan Mas, Guru Besar UMI Makassar Prof Dr Abd Muin Fahmal, Dr Aswar Hasan, Dr Firdaus Muhammad, Dr Naidah, Dr Saifuddin Al Mughniy, Dr Dahyar Daraba dan Dr Amir Muhyidin.

Menurut pendiri Sekolah Kebangsaan itu, legislatif harusnya memperkuat KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) agar transisi demokrasi semakin kualitatif.

"Jangan sampai revisi undang-undang tersebut hanya memberi praktik politik uang semakin mendapatkan jalan dengan istilah melegalkan pembagian paket sosialisasi pilkada,"kata Aqram.(*)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved