VIDEO: Seminar Deteksi Dini Ketulian Pada Bayi dan Anak
Bayi yang dapat berespon terhadap suara keraspun belum tentu memiliki pendengaran yang baik, lanjutnya.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasrul
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dokter Spesialis Telinga, Hidung Tenggorok (THT) RS Siloam Makassar, dr Andi Hadijah Iriani SP THT-KL Msi mengatakan tiga hingga empat dari 1000 bayi mengalami gangguan pendengaran.
"Hanya setengah diantaranya yang memiliki riwayat ketulian dalam keluarga dan faktor resiko lainya," tegas dr Iriani saat memaparkan materi di Lobby RS Siloam Makassar Jl Metro Tanjjung Bunga, Sabtu (23/7/2016).
Bayi yang dapat berespon terhadap suara keraspun belum tentu memiliki pendengaran yang baik, lanjutnya.
Ketulian pada bayi dan anak biasanya baru disadari pada anak berusia di atas satu tahun.
Orangtua menyadari hal tersebut saat anak memiliki keterlambatan perkembangan bahasa dan bicara.
Kenyataan tersebut sangat disayangkan karena enam bulan pertama sangat penting terhadap perkembangan bahasa dan bicara anak.
dr Iriani, mengungkapkan bahwa the American Acadeny of Pediatrics (AAP) berpendapat bayi atau anak dengan ketulian dan menerima intervensi sebelum usia enam bulan akan memiliki perkembangan bahasa dan komunikasi yang lebih baik dari pada yang mendapatkan intervensi setelah usia enam bulan.
"Sehingga dengan deteksi pendengaran seawal mungkin, intervensi terhadap bayi yang memiliki gangguan pendengaran dapat dilakukan lebih awal," kata dr Iriani.