Pengelolaan Dana RS Elim Rantepao Disoal Peserta SSA Gereja Toraja, Totalnya Rp 6 Miliar
RS Elim Rantepao, Toraja Utara, merupakan aset Gereja Toraja yang dikelolah Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT).
Penulis: Yultin Rante | Editor: Mahyuddin
TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE - Peserta Sidang Sinode Am (SSA) ke 24 Gereja Toraja mempersoalkan dana sebesar Rp 6 miliar Rumah Sakit (RS) Elim Rantepao yang dikelolah Badan Pekerja Sinode (BPS).
RS Elim Rantepao, Toraja Utara, merupakan aset Gereja Toraja yang dikelolah Yayasan Kesehatan Gereja Toraja (YKGT).
Sementara YKGT berada di bawah naungan tiga BPS Gereja Toraja.
Salah satu peserta yang mempersoalkannya adalah mantan dokter RS Elim Rantepao, dr Eta Kendenan.
"Memang betul terjadi penyimpangan dana yang dilakukan oknum BPS di mana dana sebesar Rp 6 miliar yang saya tahu persis dikeluarkan dari YKGT," ujar dr Eta Kandeanan kepada TribunToraja.com, Kamis (21/7/2016).
Mantan Dirut RS Elim Rantepao tersebut mengaku meninggalkan jabatannya itu karena melihat lemahnya pengawasan Ketua BPS hingga membiarkan semua itu terjadi.
"Silahkan peserta SSA berpikir lebih bijak, apakah akan kembali memilih ketua BPS yang sangat lemah seperti sekarang ini, selamat bersidang," kata dokter wanita tersebut.
Saat ini berlangsung sidang Pleno SSA membahas Laporan pertanggung jawaban badan-badan BPS Gereja Toraja di Gedung Tammuan Mali', Jl Ampera, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sidang-sinode-toraja_20160721_192209.jpg)