Hendak Cuci Kaki, Murid SD Tewas Tenggelam di Irigasi
Jasad korban yang baru kelas II SD ini ditemukan setengah jam kemudian, setelah warga melakukan pencarian.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Seorang murid SD, Nur Afika (8), tewas tenggelam di aliran irigasi di Dusun Labbakang, Desa Maradekaya, Kecamatan Bajeng, Gowa, Rabu (20/7/2016).
Anak dari Suwardi ini awalnya pulang setelah bermain bersama ibunya, Sumarni, yang berada di sawah belakang rumahnya. Korban tergelincir ketika menyeberang dijembatan batang kayu saat mencuci kakinya.
"Sepertinya dia mau cuci kaki, karena waktu sudah tenggelam ada sendal nya di atas kayu. Sempat ji saya lihat jalan waktu mau pulang, sebelum masuk dalam rumah, tidak lama langsung dengar orang teriak,"ujar tetangga korban, Irsan yang juga ikut mencari korban.
Jasad korban yang baru kelas II SD ini ditemukan setengah jam kemudian, setelah warga melakukan pencarian.
"Sekitar lima meter dari jatuhnya ditemukan mi. Itu pun setelah dibuka penutup bendungan supaya turun airnya. Ada tujuh meter dalamnya, " katanya lagi.
Menurut Irsan, ini sudah kali kelima irigasi itu memakan korban, dan dua korban meninggal dunia.
Dari cerita orang tua, saat bendungan itu selesai dibangun diniatkan satu kerbau akan dipotong sebagai rasa syukur. Sayangnya sampai sekarang niat itu tidak terlaksana. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/irigasi_20160720_163743.jpg)