Penerimaan Siswa Baru 2016
Tukang Jahit di Makassar Kebanjiran Pesanan Seragam Kantor dan Sekolah
Saking banyaknya, Sofyan bahkan menolak beberapa pesanan orang
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Libur panjang telah berakhir dan sebagian instansi kini mulai kembali ke rutinitasnya bekerja di kantor atau di instansi pemerintahan.
Hari kerja atau tahun ajaran baru bagi sebagian orang harus disambut dengan sesuatu yang baru pula, seragam sekolah atau kerja salah satunya.
Hal tersebut membuat banyak orang berbondong-bondong membeli setelan pakaian baru, atau membuat seragam di tukang jahit.
Hal tersebut tentunya membawa berkah tersendiri bagi para tukang jahit. Salah satu yang merasakannya adalah Sofyan (40) pemilik usaha jahit Executive Taylor di Jl Mallengkeri, Makassar.
Sofyan mengaku saat ini memilik banyak pesanan yang harus ia selesaikan berupa seragam kantoran dan juga pakaian ank sekolah.
"Iya ini lagi padat, banyak pesanan seragam kantoran dan seragam siswa, termasuk beberapa pakaian mahasiswa," ungka Sofyan.
Saking banyaknya, Sofyan bahkan menolak beberapa pesanan orang kepadanya, yang kebanyakan berupa Pakaian Dinas Harian (PDH) dan jas.
Ia mengaku menolak pemesanan karena takut tak mampu menyelesaikan sesuai target. "Ada yang saya tolak karena banyak pesanan, khususnya bulan ramadan kemarin, karena tak mau terlalu xapek juga," tandasnya.
Sofyan mengaku ia lebih mengutamakan pesanan harian, artinya pesanan yang harus segera diselesaikan dalam waktu beberapa hari saja.
"Kita utamakan yang harian dulu, karena banyak juga yang butuh waktu lama kerjanya, apalagi yang pesan jumlah banyak bisa dikerja sebulan. Intinya kota sesuaikan saja," kata dia.
Dalam mengerjakan pesanan yang masuk, Sofyan tak mengerjakannya sendiri melainkan dibantu beberapa karyawannya. Para karyawannya tersebut mengerjakan pesanan di rumah masing-masing.
"Saya punya tenaga khusus, ada tenaga khusus baju, celana, jas, dan mereka kerja di rumah masing-masing, tugas saya mengukur dan mereka yang jahit," ungkap pria yang memulai usahanya pada tahun 1997 ini.
Setiap harinya, seluruh karyawannya mampu menyelesaikan tiga buah pesanan. Meningkatnya pesanan tersebut berpengaruh kepada omset yang diterima Sofyan. "Kalau omsetnya sih yah kita tak seberapa, tapi intinya target saya Rp15 juta per bulan," kata dia.
Setiap pesanan dihargai berbeda-beda, mulai dari Rp400 ribu untuk satu stel seragam, hingga yang mencapai satu jutaan untuk sebuah jas. "Semuanya itu ongkos kerja termasuk bahan yang kami sediakan," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/jahitmall_20160712_235001.jpg)