CITIZEN REPORTER

Sholat Id di Pesantren Darul Istiqamah Maros Dihadiri 4.000 Jamaah

Laporan: Ismawan sebagai Media Officer Pesantren Darul Istiqamah, Maros.

Sholat Id di Pesantren Darul Istiqamah Maros Dihadiri 4.000 Jamaah
citizen reporter
Pelaksanaan Sholat Ied di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Maros dihadiri sekitar 4000 orang, Rabu (6/7). 

Laporan: Ismawan sebagai Media Officer Pesantren Darul Istiqamah, Maros.

TRIBUN-TIMUR.COM - Pelaksanaan Sholat Id di Pondok Pesantren Darul Istiqamah Maccopa, Maros dihadiri sekitar 4000 orang. Rabu(6/7). Jamaah tidak hanya berasal dari warga Maros, pelaksanaan shalat yang dilangsungkan di halaman Masjid Jami ini juga datang dari Pangkep dan Makassar. Warga memadati lingkungan masjid sejak pukul 05.30 Wita.

Muzayyin Arif, Pimpinan pesantren Darul Istiqamah menegaskan dalam khutbahnya tentang Berubah atau Punah! Sebuah Motivasi Perjuangan Islam.

Judul ini dipilih dengan dua pertimbangan. Pertama, esensi dari ibadah puasa Ramadhan adalah perubahan. Maka, tiap kita sebagai alumni Madrasah Ramadhan sesungguhnya mendapatkan mandat untuk menciptakan berbagai perubahan baik di tingkat individu maupun masyarakat.

Jika kita melihat sejarah, sesungguhnya banyak peristiwa besar yang telah terjadi di bulan Ramadhan dan berpengaruh pada bulan-bulan sesudahnya, seperti Perang Badar, pembebasan kota Mekkah (Fathu Makkah), sebagian peristiwa Perang Tabuk, pembebasan Andalusia (Spanyol) oleh Panglima Tariq bin Ziyad, dan termasuk Proklamasi Kemerdekaan kita pada 17 Agustus 1945.

Beberapa fenomena ini menjadi inspirasi bahwa Ramadhan adalah bulan perubahan, dan bulan untuk menciptakanhal-hal besar dalam se- jarah. Kedua, fenomena kepunahan umat dalam artian ketidakberdayaan umat saat ini terpampang. Hal ini tentu saja mem- butuhkan tangan-tangan dan pikiran-pikiran kita semua untuk menyelamat- kan umat dari fenomena ketidakberdayaan dan kepunahan menuju pemberdayaan dan eksistensi tegaknya ajaran agama Allah di permukaan bumi.

Muzayyin menegaskan jika hari ini umat muslim belum menemukan Islam menjadi panglima, maka sudah barang tentu kita semua harus berjuang merubah fenomena yang ada. Kita harus menyatukan hati dan pikiran untuk bersama-sama berjuang memenangkan agama Allah di atas agama dan pemikiran buatan manusia yang ada di muka bumi ini.

Setelah acara selesai masyarakat kemudian diajak melakukan open house dan menikmati ketupat lebaran di rumah salah satu pimpinan pesantren KH Arif Marzuki.

Penulis: CitizenReporter
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved