Pukul Warga Saat Main Domino, Ayah dan Anak Diamankan di Polres Gowa
Keterangan istri korban, Saadiah, kronologis kejadian bermula saat kedua pelaku mendatangi korban ketika bermain domino di pos ronda.
Penulis: Waode Nurmin | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Wartawan Tribun Timur Wa Ode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA- Seorang warga Lekobo'dong Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Gowa, Anwar Asikin Daeng Tika (32) diamankan anggota Polres Gowa bersama ayahnya, Asikin Daeng Maja, Rabu (22/6/2016).
Keduanya diamankan lantaran mengancam dan memukul tetangganya, Jumadil (34).
Keterangan istri korban, Saadiah, kronologis kejadian bermula saat kedua pelaku mendatangi korban ketika bermain domino di pos ronda.
"Sebelumnya memang ada masalah. Keluarganya ini Daeng Maja atas nama Daeng Mangka dilapor karena dia ancam suami ku kemarin sambil bawa badik. Jadi mereka itu datang mau klarifikasi kebenaran laporannya, "katanya.
Saat korban mencoba menjelaskan perkara tersebut, tiba-tiba Anwar Asikin langsung menonjok hidung korban dari samping. Akibatnya, hidung dan bibir korban mengalami pendarahan.
"Sudahpi memukul anaknya, baru bicara ini Daeng Maja katanya kenapa mesti lapor polisi karena ini persolan anak-anak, bisaji didamaikan," kata Saadiah menirukan perkataan Daeng Maja.
Seorang saksi mata di lokasi kejadian, Suhandi (27) mengatakan bahwa setelah korban dipukul oleh Anwar, keduanya langsung meninggalkan lokasi kejadian.
Namun tak lama berselang, kata Suhandi, Daeng Maja bersama anaknya dan beberapa orang lainnya, kembali mendatangi rumah korban dengan membawa parang.
Daeng Maja berteriak didepan rumah dan menyuruh korban keluar. Tapi pintu rumah korban ditutup dan tidak menghiraukan teriakan korban.
Korban pun akhirnya menghubungi pihak kepolisian agar melakukan pengamanan di lokasi kejadian pemukulan itu.
Saat diamanakan barang bukti berupa parang yang dibawa Daeng Maja juga diamankan.
Informasi yang dihimpun, permasalahan ini dipicu oleh dugaan penganiayaan terhadap Zahra (4) yang merupakan keponakan pelaku.
Saat itu korban diancam bahwa apabila masih melakukan penganiayaan terhadap Zahra maka pihak keluarga tidak segan-segan untuk melakukan pengeroyokan terhadap korban.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tribun-timurcom-large_20150428_150258.jpg)