TRAFFIC UPDATE
Keponakannya Tewas Dibegal, Ini Kata Legislator Sulsel
Sehingga, lanjut Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel ini, ujung-ujungnya semua kita hanya bisa melempar tanggung jawab pada aparat keamanan semata.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Legislator DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri menganggap Kelemahan pemerintah selama ini karena memandang begal secara elitis.
"Dalam kacamata orang yang tak tersentuh oleh begal, sehingga kita melihat soal begal secara elitis pula, maka ujung-ujungnya kita melihat urusan ini secara parsial, yakni pada soal kasus pembegalan semata," katanya via WhatsApp, Selasa (21/6/2016).
Sehingga, lanjut Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel ini, ujung-ujungnya semua kita hanya bisa melempar tanggung jawab pada aparat keamanan semata.
"Sementara aparat pun berkelit bahwa kita ini diberi lemparan tanggung jawab sendiri dalam menyelesaikan, setelahnya pejabat pemerintah lepas tanggung jawab, itu sebab aparat bekerja setengah hati di lapangan, karena itu kejahatan begal tetap saja marak, bahkan menjadi-jadi," ujarnya.
Sebelumnya, Keponakan legislator DPRD Sulsel Armin Mustamin Toputiri, Septian Nuransa meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Wahidin Sudirohusodo, Minggu (19/6/2016) dinihari tadi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kacamatan-tanete-bulukumba-sulsel_20160619_225035.jpg)