Bikin Pemancingan di Hutan Lindung Parepare, Sekda Dilapor ke Polisi

"Hutan lindung itu tidak bisa digunakan untuk kepentingan lain, mengambil kayu dari pohonnnya saja tidak bisa," jelas Ario.

Bikin Pemancingan di Hutan Lindung Parepare, Sekda Dilapor ke Polisi
mulyadi/tribun-timur.com
Sekretaris Daerah Kota Parepare, Mustafa Mappangara 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Mulyadi

TRIBUN-TIMUR.COM, PAREPARE - Sekretaris Daerah Kota (Setdako) Parepare, Mustapa Andi Mappangara dilaporkan ke polisi karena diduga memanfaatkan hutan lindung untuk komersilisasi pembangunan objek wisata pemancingan, Ladoma, di Kelurahan Wattang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki.

Kasat Reskrim Polres Parepare, AKP Ario Damar, proses dugaan pemanfaatan hutan lindung ini masih sementara dilakukan penyelidikan khususnya status lahan yang dianggap sebagai hutan lindung tersebut.

"Hutan lindung itu tidak bisa digunakan untuk kepentingan lain, mengambil kayu dari pohonnnya saja tidak bisa," jelas Ario.

Ia mengungkapkan, untuk kepastian kawasan yang digunakan Setdako Parepare untuk pengembangan objek wisata, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah VII di Makassar untuk meminta keterangan mengenai kasus kawasan objek wisata Ladoma ini.

Ario menjelaskan, sebelumnya sudah memanggil pejabat dari Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan (PKPK) untuk meminta keterangan mengenai status lahan yang digunakan Setdako di kawasan Kelurahan Wattang Bacukiki."Dinas PKPK mengakui jika lahan tersebut memang hutan lindung.

Salah satu objek wisata yang diduga menggunakan lahan hutan lindung di Ladoma yakni lolam mancing ikan yang berada di daerah perbukitan di Kawasan Bacukiki tersebut.

"Setelah ada keterangan dari BPKH Provinsi baru kita putuskan kawasan Ladoma tersebut,"katanya.

Sementara itu, Setdako Parepare, Mustapa Andi Mappangara enggang menyikapi dan memberikan respon mengenai adany laporan warga yang menyudutkan dirinya memanfaatkan tanah negara yang diduga bagian dari hutan lindung untuk pembuatan objek wisata. Setelah dihubungi beberapa kali tidak bisa tersambung dan saat disampangi di ruangannya sedang tidak berada di tempat

Penulis: Mulyadi
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved