Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Batu Nisan Tanpa Isi yang Bikin Ahok Pecat Kadis Pertamanan dan Pemakaman DKI

Pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu membenarkan dirinya dicopot Ahok

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
TRIBUNNEWS.COM/ADI SUHENDI
Mantan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ratna Diah Kurniati. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ratna terlihat di lingkungan kerja Sekretaris Daerah DKI Jakarta. Setelah 30 menit, Ratna keluar dengan mata berkaca-kaca. Ia baru saja dipecat Ahok.

Demikian gambaran suasana berdasarkan pantauan reporter Tribunnews . Terlihat mantan Kepala Dinas Pertamanan dan

Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Diah Kurniati bergegas keluar, Kamis (16/6/2016) kemarin.

Pejabat eselon II di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu membenarkan dirinya dicopot Ahok

"Ya, saya mulai hari ini sudah diganti. Pokoknya saya ikhlas. Dengan keputusan seperti ini saya terima," lirih Ratna saat dihubungi Jumat (17/6/2016).

Sebenarnya apa yang membuatnya bisa dipecat?

Berawal dari kecurigaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), kebijakannya agar Dinas Pertamanan dan

Pemakaman DKI Jakarta segera menerapkan sistem pemakaman online.

"Kami perintah ke sini, dia sengaja pelan-pelan kerjain, saya marahi lagi, dia tahu kok (kesalahannya apa). Persoalannya di DKI ini, dia ngulur-ngulur supaya rezeki masih bisa nyolong," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/6/2016) lalu.

Makam yang sudah terisi dan makam yang masih kosong akan terlihat melalui data yang ada di Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI.

"Kita temukan banyak sekali makam-makan yang fiktif. Jadi ada batu nisan segala macam‎ itu belum pasti itu ada isinya," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/6/2016) lalu.

Ahok menyatakan kebanyakan makam fiktif terjadi di barisan depan setiap pemakaman.

Bila ada orang yang ingin memakamkan di depan, tinggal melakukan lobi-lobi dengan petugas Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

"Jadi ada batu nisan belum pasti itu ada isinya, makanya kalau ada yang nyogok, ditaruh di depan. Makanya kita sekarang mau petakan, kita udah ada sistemnya, nanti keliatan, siapa yang minta," kata Ahok.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved