Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Syahrul: Saya Suka Makan Coppeng, Dikasi Gula Pasir Baru Digoccang-goccang

Coppeng buah yang warna kulitnya mirip buah anggur namun lebih ungu kehitaman.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali | Editor: Ilham Mangenre
Munjiyah/tribunpangkep.com
Syahrul Yasin Limpo di hadapan hadirin peringatan Hari Lingkungan Hidup, Auditorium Semen Tonasa, Pangkep, Selasa (14/6/2016). 

TRIBUNPANGKEP.COM, BUNGORO- Gubenur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mengaku gemar makan buah coppeng semasa kecil.

"Waktu kecil saya suka makan coppeng, dikasi gula pasir sama garam baru digoccang-goccang," kata Syahrul Yasin Limpo di hadapan hadirin peringatan Hari Lingkungan Hidup, Auditorium Semen Tonasa, Pangkep, Selasa (14/6/2016).

Coppeng buah yang warna kulitnya mirip buah anggur namun lebih ungu kehitaman.

Daging buah putih.

Rasanya khas: manis, lengket, agak sepat dan asam. 

Menyantap buah ini akan menyisakan warna ungu gelap di bibir dan lidah.

"Bahasa Makassarnya Rappo-rappo Jawa, itu enak sekali doyan saya dulu makan begitu waktu kecil sama teman-teman makan coppeng," Syahrul menambahkan.

Syzygium cumini nama ilmiah tanaman yang tergolong suku jambu-jambuan tersebut.

Di beberapa daerah tanah air, coppeng dikenal dengan nama berbeda-beda.

Jamblang (Betawi dan Sunda), duwet atau duwet manting (Jawa), jambu kling (Gayo), jambu kalang (Minang kabau),

jambe kleng (Aceh), dhalas atau bato atau dhuwak (Madura), juwet, jujutan (Bali), klayu (Sasak), duwe (Bima),

jambulan (Flores), coppeng (Bugis), raporapo jawa (Makasar), dan sebagainya.

Hanya saja, menurut Syahrul, tanaman coppeng kini sudah jarang ditemukan.

"Saat ini coppeng hampir punah, bahkan keberadaan pohon coppeng ini mungkin sudah tidak kita temukan lagi," katanya.

Buah Coppeng. (net)

Dia berharap peringatan lingkungan hidup betul-betul mengingatkan bahwa keberadaan tanaman langka seperti coppeng dan satwa langka harus dilindungi.

"Ini sesuai tema hari bumi dan lingkungan hidup itu sebaiknya kita selamatkan tumbuhan dan satwa liar untuk kehidupan mereka terjaga," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved