Di Tangan Rusdi, Pendapatan Perkapita Sidrap Tembus Rp 30 Juta

Sedangkan Sidrap sudah mencapi itu akhir 2014 lalu. Itu artinya, pendapatan masyarakat Sidrap sudah tembus Rp 30 juta per tahun

Di Tangan Rusdi, Pendapatan Perkapita Sidrap Tembus Rp 30 Juta
DOK PRIBADI
Bupati Sidrap, Rusdi Masse

SIDRAP, TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) selain kabupaten dengan angka kemiskinannya paling rendah di Sulsel, juga menjadi wilayah yang pendapatan per kapaita penduduknya mencapai Rp 30 juta untuk untuk awal 2015 lalu.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Sidrap tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Sidrap memang menargetkan pendapatan perkapita penduduk, mencapai Rp 30 juta sesuai dengan RPJMD.

"Namun target tersebut sudah dicapai pada tahun 2015 lalu Atau dicapai 3 tahun lebih cepat dari target," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sidrap Misbahuddin, Jumat (3/6/2016) di Pangkajene Sidrap. Ia mengatakan, pencapaian pendapatan per kapita ini di Sidrap adalah sebuah pencapaian yang luar biasa.

Untuk Pemerintah Provinsi Sulsel saja, dalam RPJMD, Sulsel menargetkan pendapatan per kapita masyarakat dapat meningkat hingga Rp 30 juta pada 2018 mendatang.

"Sedangkan Sidrap sudah mencapi itu akhir 2014 lalu. Itu artinya, pendapatan masyarakat Sidrap sudah tembus Rp 30 juta per tahun. Lebih cepat 3 tahun dari target yang telah ditentukan oleh Pemkab Sidrap dan termasuk Pemprov Sulsel," ujar Misbahuddin.

Sektor pertanian, lanjut Misbahuddin, yang menjadi faktor utama peningkatan pendapatan per kapita masyarakat Sidrap. Disamping usaha mikro yang sedang digalakkan pemerintah setempat.

Sekadar diketahui, pendapatan perkapita penduduk Sidrap sejak 2009 di tangan Bupati Sidrap terus mengalami peningkatan. Untuk 2009 pendapat per kapita Sidrap Rp 11.660.748, 2010 naik menjadi Rp12.387.000, 2011 menjadi Rp15.350.300, 2012 menjadi Rp17.777.949. Lalu pada tahun 2013 naik menjadi Rp19.916.530.

"Dan pada tahun 2014, itu naik drastis menjadi Rp 30 juta lebih. Data ini resmi dan tidak mengada ada. Inilah data terakhir BPS. Nanti 2015 kita akan rilis pada awal 2017," tambah Misbahuddin.(*/tribun-timur.com)

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Muh. Irham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved