Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tak Usah Was-was Makan di Bangkok Thailand, Banyak yang Halal Kok

Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika melancong ke luar negeri? Selain akomodasi, makanan tentu menjadi prioritas Anda.

Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Ina Maharani
TRIBUN/HANI
menu di Al-Hilal restoran 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif

TRIBUN-TIMUR.COM, BANGKOK - Apa yang menjadi pertimbangan Anda ketika melancong ke luar negeri? Selain akomodasi, makanan tentu menjadi prioritas Anda.

Yah, saat ini liburan memang identik dengan memanjakan diri. Selain hunting tempat wisata, tempat-tempat bersejarah, dan berbelanja, berburu kuliner menjadi agenda wajib saat liburan.

Jadi wajar saja jika lokasi memanjakan lidah-pun jadi perhatian. Terlebih bagi Anda traveler Muslim dan berencana mengunjungi negara dengan mayoritas non-Muslim. Ke Thailand, misalnya.

Dengan mayoritas penduduknya yang beragama Buddha, Anda pasti bertanya-tanya dimana lokasi berburu kuliner yang halal. Meski agama Islam di Negeri Gajah Putih ini minoritas, traveler Muslim tak usah was-was.

Saat ini sudah banyak restoran di Thailand yang menyajikan makanan halal. Rasanya pun tak jauh beda dengan kuliner di Indonesia. Al-Hilal Restaurant, salah satunya. Lokasinya berada di Krungthep Kreetha Frontage Road, Saphan Sung District, Bangkok.

Restoran ini juga menjadi tujuan kami, rombongan Thailand Moeslim Friendly Trip yang diselenggarakan oleh Tourism Authority of Thailand (TAT) atau Badan Pariwisata Thailand-Jakarta, 24-29 Mei 2016.

Dari Bandara International Suvarnabhumi, Bangkok, hanya butuh waktu belasan menit untuk mencapai lokasi Al-Hilal. Restoran ini cukup terkenal dikalangan turis Muslim.

Dijamin makanannya 100 persen halal. Saat masuk, nuansa Islaminya begitu terasa. Semua pelayan resto perempuannya berjilbab.

"Sekitar 99 persen wisatawan Muslim makan di sini (Al-Hilal). Walaupun banyak restoran, yang bisa benar-benar profesional itu tak banyak. Kalau grup wisata yah tempatnya di Al-Hilal ini. Untungnya kecil tapi kualitasnya bagus," kata Ismail, pemandu wisata kami selama pelaksanaan Media Fam Trip ini.

Menu di restoran ini variatif. Tapi memang kebanyakan sajian seafood dan makanan khas Thailand. Harganya pun tak mahal-mahal amat. Untuk porsi dua orang, misalnya. Menu Fish Cake yang mirip otak-otak namun dipipihkan lalu digoreng ini dibanderol 150 bath atau setara Rp 60 ribu (konversi Rp 400).

Cumi kari 150 bath, tom yam 250 bath, steam fish 350 bath, dan hidangan lainnya. "Orang Indonesia itu senang ke Thailand karena makanannya cocok," ujar Ismail.

Restoran halal lainnya di Bangkok ada di area Pratunam, seperti Maedah Restaurant. Di sini Anda juga bisa menemukan telur ceplok goreng. Tersedia pula fasilitas musalla. Kedai yang menjual makanan halal dan memasang logo halal banyak ditemukan di area Chatuchak. Seperti Hawa Pochana dan Saman Islamic Food.

"Keberadaan restoran halal di Thailand ini merupakan upaya pemerintah setempat untuk menjadikan Thailand sebagai destinasi wisata yang nyaman buat Muslim," kata Marketing Manager TAT-Jakarta, Indra Nugraha.

Saat ini, kata Indra, banyak wisatawan Muslim yang berkunjung ke Thailand. Informasi dari TAT-Jakarta, sebanyak 14 persen penduduk Thailand beragama Islam. Terdapat pula sekitar 3.600 masjid yang tersebar di Thailand dan beberapa di antaranya telah berusia lebih dari 400 tahun.

Adapun sertifikasi halal di Thailand dilaksanakan oleh Halal Standard Institute of Thailand (www.halal.or.th) di bawah naungan Central Islamic Committee of Thailand. Restoran serta hotel yang dinyatakan halal akan memajang sertifikasi tersebut. Demikian pula makanan dalam kemasan halal akan memasang logo halal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved