Wabup Bulukumba Nilai Cita-cita Reformasi Sudah Melenceng

Tomy menuturkan bahwa dirinya juga ikut dalam aksi reformasi tahun 1998 lalu.

Wabup Bulukumba Nilai Cita-cita Reformasi Sudah Melenceng
Courtesy: Ve Channel
Beginilah gaya Wabup Bulukumba Tomy Satria Yulianto di depan kamera saat pengambilan gambar, taping, di Lapangan Pemuda Bulukumba untuk program Long Shot VEchannel TV, Rabu (10/5/2016) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN-TIMUR.COM, BULUKUMBA - Mantan aktivis eformasi tahun 1998 di Universitas Hasanuddin, Tomy Satria Yulianto yang kini menjadi Wakil Bupati Bulukumba meminta semua kalangan menjaga cita-cita reformasi.

Menurut Tomy, reformasi saat ini banyak yang salah artikan dan salah menjalankannya. Itulah segi negatifnya reformasi ini karena banyak yang menyalahartikan kebebasan.

"Sehingga cita-cita tersebut masih sering melenceng dari harapan kita," kata Tomy.

Tomy menuturkan bahwa dirinya juga ikut dalam aksi reformasi tahun 1998 lalu.

"Cita-cita kami waktu itu adalah satu kata menurunkan Soeharto dan kami jalan sejauh 20 kilometer pulang-pergi kampus Unhas ke Lapangan Karebosi," kata Tomy, Jumat (20/5/2016).

Dan reformasi masa kini sebagai pemerintah di Bulukumba maka melakukan reaksi cepat terhadap pelayanan warga.

"Bagi kami di Bulukumba memaknai reformasi ini dengan cara melakukan reaksi cepat terhadap pelayanan publik. Kita pemerintah tak boleh menunggu bola kalau kita ingin melakukan perubahan," kata mantan aktivis Lingkungan Hidup ini.

Saat ini Tomy sedang menggalakkan sosial move on di Bulukumba. Sebab Bulukumba bukan hanya tanggungjawabnya semata. Tetapi merupakan tanggungjawab semua warga di Bulukumba.

Tetapi ada juga cita-cita reformasi yang tercapai. Misalnya semakin terbukanya informasi dan transparansi publik. Menurutnya hal tersebut yang harus dijaga. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved