18 Tahun Reformasi

18 Tahun Reformasi, Ini Cerita Ketua PHRI Sulsel

Ia berharap agar semua pihak introspeksi tentang hakikat reformasi yakni anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

18 Tahun Reformasi, Ini Cerita Ketua PHRI Sulsel
TRIBUN TIMUR/RASNI
Anggiat Sinaga

Laporan Wartawan Tribun Timur, Nurul Adha Islamiah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga turut menjadi bagian dari reformasi 1998.

Saat dikonfirmasi tribun-timur.com, Jumat (20/5/2016), dia mengaku bahwa salah satu partisipasinya saat itu adalah turut mengenakan ikat kepala bertuliskan "reformasi".

"Saya tidak ikut demo kala itu, tapi sebagai wujud solidaritas jadi saya pasang ikat kepala," katanya.

Nah, setelah 18 tahun berlalu, General Manager Grand Clarion Makassar ini berharap agar semua pihak introspeksi tentang hakikat reformasi yakni anti korupsi, kolusi dan nepotisme.

Dipaparkannya, reformasi seharusnya menjadikan rakyat Indonesia lebih sejahtera dan berkeadilan. (*)

Penulis: Nurul Adha Islamiah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved