Pasutri Penipu Berkedok Penggandaan Uang Dinar di Sidrap, Pimpinan Yayasan Ummul Khair

Para pelaku ini ditangkap saat digerebek di rumah pimpinan komplotan tersebut.

Pasutri Penipu Berkedok Penggandaan Uang Dinar di Sidrap, Pimpinan Yayasan Ummul Khair
Tribun/Fathin
Ahmad Lusi, tersangka penipu berkedok penggandaan uang dinar 

TRIBUNSIDRAP.COM, PANCA RIJANG - Pasangan suami istri Ahmad Lusi (AL) dan Andi Asnada (AA), adalah Pimpinan Yayasan Ummul Khair.

Keduanya, tersangka utama kasus penipuan berkedok penggandaan uang dinar Irak yang telah ditangkap bersama tujuh anak buahnya di rumah pasangan suami istri ini, Desa Ciporakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Kamis (19/5/2016) sekitar pukul 04.00 wita.

Kasat Intelkam Polres Sidrap, AKP Fantry Taherong, mengatakan beberapa tahun lalu, pasangan suami istri itu juga ditangkap di Kota Palopo karena kasus serupa.

Bebas dari penjara, keduanya bukan tobat tetapi kembali melanjutkan penipuannya di Sidrap.

Modus yang dijalankan Ahmad Lusi dan Andi Asnada, kata Fantry, yaitu investasi uang dalam bentuk pembelian dinar dan menjanjikan setiap nasabah akan mendapatkan keuntungan besar setelah negara Irak merdeka.

"Janji itulah yang diiming-imingi ke setiap nasabahnya sehingga banyak yang tergiur. Apalagi usaha tersebut menggunakan nama yayasan berkedok agama Islam," kata Fantry. 

 Diberitakan sebelumnya, yim gabungan Polres Sidrap meringkus komplotan penipu di Desa Ciporakari, Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Kamis (19/5/2016) sekitar pukul 04.00 wita.

Mereka AL dan AA, pimpinan komplotan, yang beralamat Desa Cipotakari serta tujuh anak buahnya, yaitu HD, K, N, A, Y, B, dan NS.

Penipuan berkedok penggandaan uang dinar Irak, uang rupiah, perhiasan palsu, permata palsu, dan alat-alat elektronik.

Para pelaku ini ditangkap saat digerebek di rumah pimpinan komplotan tersebut.

Penggerebekan dipimpin Wakapolres Sidrap Kompol Apri Prasetya, didampingi Kasat Intelkam Polres Sidrap AKP Fantry Taherong, Kasat Sabhara AKP Galigo Suryadi,
Kasat Narkoba AKP Adrian FK, dan Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Samad.

Kurang lebih 60 personel Polres Sidrap, 10 personel Polsek Panca Rijang, dan enam prajurit Kodim 1420 Sidrap dilibatkan dalam penangkapan.

Barang bukti yang diamankan berupa enam unit mobil, ribuan lembar uang dinar dan uang rupiah, perhiasan permata palsu, alat-alat elektronik berupa komputer, laptop, handpone, pistol airsoftgun, alat cetak uang dan ribuan lembar bukti penyetoran nasabah.

“Penggerebekan ini dilakukan atas laporan beberapa korban yang juga merupakan nasabah dari penggandaan uang tersebut, kerugian nasabah sampai puluhan miliar,” kata Kapolres Sidrap AKBP Anggi Naufal Siregar.

"Saat ini para pelaku diamankan Mapolres Sidrap guna pengusutan lebih lanjut,” kata Anggi.

Penulis: St. Fathin Hamidah
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved