VIDEO: Jurnalis dan KWRM Makassar Bahas Isu Diskriminasi Terhadap Waria

Merupakan Program Peduli PKBI Sulsel ini bertujuan untuk membahas isu-isu diskriminasi terhadap waria.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas

Laporan Wartawan Tribun Timur Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sulawesi Selatan menggelar diskusi bersama jurnalis dan Komunitas Waria Makassar (KWRM) di Kantor PKBI, Jl Landak Baru Makassar Sulawesi Selatan, Kamis (12/5/2016).

Kegiatan yang merupakan Program Peduli PKBI Sulsel ini bertujuan untuk membahas isu-isu diskriminasi terhadap waria.

Salah satu peserta diskusi Andi Nur Ahmad mengatakan fenomena yang terjadi saat ini banyak orang yang mendiskriminasi waria, bahkan tak sedikit yang dikasari.

"Waria adalah manusia juga, sama dengan kita, jadi mereka harus diperlakukan sama. Melihat seorang waria dari perspektif agama sudah pasti salah, tapi agama juga tak pernah membenarkan seseorang mencela atau menyakiti orang lain," kata dia.

Ahmad yang pernah mengikuti Cross Learning CSO terkait isu waria menjelaskan, beberapa daerah di Indonesia ada yang menghargai dan mengakui keberadaan waria.

"Waria di Banjar itu diakui dan dihargai, mereka berbaur dengan melibatkan stakeholder seperti pemerintah dan kepolisian. Mereka pun punya usaha sehingga positif di mata masyarakat, tak seperti di beberapa daerah yang diasosiasikan seperti PSK," jelas dia.

Sementara itu, Angel Raja selaku Wakil Ketua KWRM mengatakan media memiliki peranan yang sangat besar terhadap citra seorang waria di tengah masyarakat.

"Banyak kata-kata dari media yang mendiskriminasi waria. Banyak jurnalis yang menulis berita tapi tak paham isu waria. Media masih kadang diskriminatif terhadap kaum waria dengan hanya mengangkat isu negatifnya saja," kata dia.

Ia pun berharap, ke depannya media dan seluruh pihak tak lagi melihat waria dengan sebelah mata, atau dari satu perspektif saja.

"Waria itu adalah jiwa kami, waria tak selalu berambut panjang dan nongkrong di pinggir jalan. Kami juga punya sesuatu yang positif, jadi semoga tak ada lagi citra negatif atau diskriminasi terhadap kaum waria," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa waria juga bercerita tentang keluh kesahnya mendapat perlakuan diskriminasi dari berbagai pihak, mulai dari lingkungan kampus hingga tempat kerja. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved